ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan setiap corak agresi bakal dibalas dengan respons militer nan tegas.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis [Israel], untuk menghindari kesalahan kalkulasi dan memikirkan pembalasan keras nan bakal dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," kata Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, dalam pernyataan nan disiarkan media pemerintah Iran, Kamis (2/7/2026).
Prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan dimulai pada 4 Juli di Teheran. Setelah itu, rangkaian penghormatan bakal bersambung hingga 9 Juli sebelum jenazah dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Sejumlah upacara tambahan juga bakal digelar di Qom dan Irak selama periode tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga telah menyampaikan peringatan serupa. Ia menegaskan Teheran bakal memberikan respons nan sigap dan kuat terhadap setiap ancaman nan menyasar rakyat maupun kepemimpinan Iran.
Pernyataan Araqchi muncul setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz disebut menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, menjadi "target untuk dibunuh". Menurut Araqchi, ancaman tersebut hanya bakal memperbesar akibat eskalasi bentrok di kawasan.
"Teheran bakal memberikan respons segera dan kuat terhadap setiap ancaman terhadap rakyat alias kepemimpinannya," tegas Araqchi dalam pernyataannya pada Rabu, seperti dikutip Reuters.
Di tengah meningkatnya ketegangan, media Iran melaporkan bahwa pemerintah memperketat pengamanan menjelang prosesi pemakaman. Aparat keamanan disiagakan di sejumlah letak nan bakal menjadi pusat aktivitas penghormatan terakhir bagi Khamenei.
Selain itu, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengumumkan pembatasan sementara wilayah udara di beberapa kota, termasuk Teheran dan Mashhad, mulai diberlakukan selama rangkaian prosesi berlangsung. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat keamanan di tengah kekhawatiran terhadap potensi ancaman dari luar negeri.
(tfa/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·