Babak Baru Perang Rusia-Ukraina, Putin Bongkar 'Borok' Zelensky

4 jam yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menakut-nakuti bakal membalas serangan Ukraina terhadap sejumlah sasaran ekonomi Rusia dengan menyasar sektor-sektor ekonomi paling sensitif milik Kyiv. Putin menilai Ukraina telah membuka "Kotak Pandora" setelah meningkatkan serangan terhadap prasarana ekonomi Rusia.

Melansir Reutery, Ukraina pada musim panas ini memang meningkatkan kampanye serangan drone terhadap beragam prasarana ekonomi Rusia, termasuk kilang minyak hingga penyimpanan perusahaan ritel daring. Kyiv menyatakan serangan tersebut bermaksud menghancurkan prasarana nan dinilai menjadi bagian krusial dalam mendukung upaya perang Rusia.

Rusia pun merespons dengan melancarkan serangan terhadap prasarana ekonomi Ukraina, termasuk jalur ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam. Serangan terhadap sektor tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap salah satu sumber pendapatan utama Ukraina.

"Rezim Kyiv beriktikad merusak ekonomi kami, lampau apa nan mereka lakukan? Mereka sendiri nan membuka Kotak Pandora ini," kata Putin dalam pernyataan nan disampaikan kepada seorang wartawan televisi pemerintah Rusia dan dipublikasikan pada Sabtu, (22/8/2026).

Petugas pemadam kebakaran bekerja di letak serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 5 Agustus 2026. (REUTERS/Anatolii Stepanov)Petugas pemadam kebakaran bekerja di letak serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 5 Agustus 2026. (REUTERS/Anatolii Stepanov) Foto: Petugas pemadam kebakaran bekerja di letak serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Kyiv, Ukraina, 5 Agustus 2026. (REUTERS/Anatolii Stepanov)

Putin kemudian memperingatkan Ukraina untuk bersiap menghadapi pembalasan Rusia terhadap sektor-sektor ekonomi nan dianggap paling rentan. "Kalau begitu, nantikan respons nan bakal menargetkan sektor ekonomi Anda nan paling sensitif," tegasnya.

Menurut Putin, serangan Rusia nan menakut-nakuti ekspor produk pertanian Ukraina tidak bakal memicu kekurangan pangan di pasar global. Ia meyakini Rusia bisa menggantikan sebagian pasokan ekspor Ukraina, meskipun Kyiv juga telah melancarkan serangan terhadap prasarana ekspor biji-bijian Rusia.

"Kami memang menghadapi tantangan mengenai pengiriman barang-barang kami, tetapi kami bakal menyelesaikan masalah ini. Dengan demikian, tidak bakal ada kekurangan di pasar global," tambahnya.

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat terikat dalam kesepakatan nan dimediasi Turki untuk melindungi ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Namun, Rusia memutuskan keluar dari kesepakatan tersebut pada 2023.

Di tengah meningkatnya serangan terhadap prasarana ekonomi kedua negara, Putin kembali menyatakan Rusia terbuka untuk melakukan perundingan perdamaian dengan Ukraina. Namun, dia menegaskan pembicaraan tersebut hanya dapat dilakukan berasas apa nan disebutnya sebagai "realitas di lapangan".

Putin menolak sejumlah proposal nan menurutnya telah disampaikan Ukraina melalui pihak perantara dan disebutnya sebagai pendapat nan "eksotis". Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Moskow nan tetap menuntut agar setiap proses perdamaian mempertimbangkan kondisi wilayah dan situasi bentrok nan terjadi saat ini.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya