Badai Matahari dapat mengubah pola cuaca Bumi.(Dok. Magnific)
BADAI Matahari nan selama ini dikenal hanya mengganggu sinyal satelit dan jaringan listrik, rupanya mempunyai akibat lebih luas terhadap kondisi cuaca di Bumi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas Matahari nan intens dapat memicu perubahan atmosfer dalam waktu singkat, apalagi hanya dalam hitungan jam hingga satu hari.
Temuan nan dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters ini didasarkan pada kajian info cuaca antariksa selama 67 tahun. Peneliti dari University of New Hampshire, Joachim Raeder, menemukan adanya hubungan konsisten antara kekuatan angin besar Matahari dengan perubahan pola cuaca regional di Bumi.
"Tingkat keparahan akibat ini sangat berangkaian dengan intensitas angin besar Matahari itu sendiri dan dapat berbeda-beda berjuntai pada aspek regional," ujar Joachim Raeder sebagaimana dikutip dari Independent, Rabu (22/7).
Dalam studinya, Raeder menyoroti wilayah seperti Pegunungan Rocky di Amerika Serikat dan Teluk Hudson di Kanada nan mengalami penurunan curah hujan serta salju pasca-aktivitas Matahari meningkat. Fenomena ini diduga terjadi lantaran radiasi semburan Matahari memasuki atmosfer melalui polar vortex alias pusaran kutub.
Meski tidak menciptakan pola cuaca baru, angin besar Matahari diyakini memodifikasi karakter cuaca nan sudah ada. Hal ini mencakup perubahan sistem tekanan udara, pengedaran presipitasi, hingga perubahan suhu di wilayah tertentu. Partikel bermuatan berenergi tinggi dari Matahari diduga menjadi motor penggerak perubahan tersebut.
Saat ini, Matahari tengah memasuki puncak siklus aktivitas 11 tahunan, nan berfaedah gelombang angin besar geomagnetik bakal semakin sering terjadi. Raeder menekankan pentingnya memasukkan variabel aktivitas Matahari ke dalam model prakiraan cuaca masa depan guna meningkatkan kecermatan prediksi.
Kendati demikian, para peneliti mengingatkan bahwa aktivitas Matahari bukanlah aspek tunggal penentu cuaca global. Faktor-faktor konvensional seperti sirkulasi lautan dan perubahan suasana tetap memegang peranan utama, sementara angin besar Matahari bertindak sebagai aspek tambahan nan memengaruhi atmosfer dalam jangka pendek. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·