Bahlil Siapkan Formulasi Harga BBM Non Subsidi yang Bijak

20 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun formulasi baru. Terutama mengenai penyesuaian nilai BBM non subsidi agar tetap setara bagi masyarakat maupun badan usaha.

Bahlil menjelaskan bahwa nilai BBM non subsidi sejatinya mengikuti perkembangan nilai minyak dunia. Namun di sisi lain, pemerintah tidak mau perubahan nilai nan terlalu sering justru merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi nan bijak, nan tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya nan non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita nan mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku upaya di sektor perminyakan," ugkap Bahlil di Istana Negara, Senin (20/7/2026) malam.

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan pihaknya bakal menggelar rapat dengan Pertamina dan badan upaya lainnya sebelum memutuskan penyesuaian nilai BBM non subsidi. Ia juga memastikan tidak bakal ada kenaikan nilai BBM subsidi.

"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM nan ketika nilai bumi bakal turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan upaya swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," katanya.

Seperti diketahui, penyesuaian nilai BBM non subsidi biasa dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulannya. Adapun untuk nilai BBM Pertamax telah naik menjadi Rp 16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Kenaikan nilai BBM Pertamax ini merupakan kenaikan perdana sejak nilai minyak mentah bumi melejit akibat Perang Israel, Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Harga minyak mentah bumi Brent sempat melejit menjadi US$ 118 per barel pada 31 Maret 2026 lalu, lampau sempat turun dan naik lagi menjadi US$ 118 per barel pada 29 April 2026.

Namun sejak Juni 2026 tren nilai minyak mentah mengalami penurunan di bawah US 100 per barel, ke level US$ 70-an per barel. Bahkan, pada awal Juli 2026, nilai minyak Brent berada pada level US$ 68,55 per barel pada 6 Juli 2026 lalu.

Harga BBM biasanya ditentukan berasas nilai minyak, Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs selama dua bulan sebelum periode bulan berjalan. Bila untuk penentuan nilai BBM per 1 Agustus 2026, artinya nilai BBM merujuk pada rata-rata ketiga aspek tersebut selama Juni-Juli 2026.

Harga BBM Juli 2026

Sebagaimana diketahui, sejumlah badan upaya penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) kompak menurunkan nilai BBM non subsidi nan bertindak mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian nilai dilakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation.

Sebagai contoh, di SPBU Pertamina di Jabodetabek misalnya, nilai BBM jenis Pertamax Turbo turun Rp 1.450 per liter dari sebelumnya Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter.

Berikutnya, Pertamax Dex turun Rp 3.650 per liter dari nan sebelumnya dibanderol Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter. Lalu ada Dexlite turun Rp 3.300 per liter dari nan sebelumnya Rp 23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter.

Sementara untuk nilai BBM Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tetap tetap dibanderol masing-masing Rp 16.250 dan Rp 17.000 per liter per 1 Juli 2026. Begitu juga dengan nilai BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) tetap dibanderol Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.

Selain Pertamina, BBM swasta juga kompak menurunkan nilai BBM nya. BP-AKR menetapkan nilai BP Ultimate Diesel sebesar Rp21.340 per liter dari bulan lampau ialah Rp25.060 per liter. Namun BBM jenis bensin RON 92 tetap dipatok Rp16.670 per liter dan BP Ultimate sebesar Rp17.240 per liter.

Hal serupa juga dilakukan oleh SPBU Shell, terutama untuk BBM jenis diesel. Adapun produk Shell V-Power Diesel sekarang dibanderol sebesar Rp21.340 per liter alias turun dibandingkan bulan lampau sebesar Rp24.490 per liter.

Berikut daftar terbaru nilai BBM di seluruh SPBU, bertindak mulai 1 Juli 2026:

SPBU Pertamina (DKI Jakarta):

Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: 19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter

BP-AKR:

BP 92: Rp 16.670 per liter
BP Ultimate: Rp 17.240 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp 21.340 per liter

Shell:

Shell V-Power Diesel: Rp21.340 per liter
Shell Super: -
Shell V-Power: -
Shell V-Power Nitro+: -

SPBU Vivo:

Vivo Revvo 92: Rp 16.670 per liter

Vivo Revvo 95: Rp 17.240 per liter

Vivo Diesel Primus: Rp 21.340 per liter

SPBU Mobil Indostation:

Gasoline 92: Rp 16.670 per liter.

(ven/wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya