ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bunyi mengenai berita terbaru pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi.
Saat ini, proses pengembangan tabung CNG bertekanan tinggi tersebut sudah memasuki tahap pengetesan ketiga.
Pemerintah terus memantau setiap fase uji coba itu untuk memitigasi beragam akibat teknis nan mungkin muncul. Langkah tersebut dilakukan lantaran karakter gas nan digunakan memerlukan penanganan unik guna memastikan aspek keamanan dan teknis tetap terjaga.
"Yang kita lagi uji coba tabung untuk (CNG) 3 kg. Karena itu kan tekanan barnya kan 200-250. Nah ini tetap uji coba tahap ketiganya di pertengahan bulan Juli. Kalau itu sudah selesai baru saya bakal sampaikan lagi ya," kata Bahlil di sela aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Senin (13/7/2026).
Bahlil memaparkan bahwa pemerintah sebelumnya telah menuntaskan dua tahap pengetesan awal terhadap tabung gas tersebut. Pemerintah optimis tahapan ketiga nan dijadwalkan pada pertengahan bulan ini bisa memberikan hasil nan sesuai dengan standar keamanan nan ditetapkan.
"Tahap satu sudah, tahap dua sudah, tahap tiga Mas bulan Juli pertengahan. Ini belum masuk dicoba Anda sudah tanya hasil. Masya Allah. Doain mudah-mudahan sukses uji cobanya," tambahnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pengedaran CNG 3 kg bakal menggunakan sistem nan sama dengan LPG agar lebih mudah diterapkan di masyarakat.
"Di mana ada kegunaan agen, ada kegunaan pangkalan, ya itu memang kudu dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola nan dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola pengedaran LPG," jelas Laode beberapa waktu lalu, dikutip Senin (29/6/2026).
Laode menjelaskan, masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Pemerintah bakal menerapkan sistem tukar isi gas, sementara kepemilikan tabung tetap berada di tangan badan upaya penyedia.
"Tabungnya itu kelak polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegasnya.
Untuk tahap awal implementasi, pemerintah memutuskan mengimpor tabung CNG dari China. Langkah tersebut diambil lantaran teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi nan dibutuhkan belum diproduksi secara massal di dalam negeri.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·