ilustrasi inspeksi akomodasi untuk FIFA ASEAN Cup 2026.(Antara)
KOTA Bandung dan Jakarta siap menjadi dua kota tuan rumah penyelenggaraan arena FIFA ASEAN Cup 2026 nan bergulir untuk pertama kalinya di Indonesia pada September hingga Oktober mendatang.
"Kami siap untuk menjadi tuan rumah bersinergi dengan sahabat kami dari dari DKI Jakarta," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman kepada awak media sesuai rapat koordinasi lintas lembaga perihal FIFA ASEAN berbareng Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta, Senin (10/8).
Ia menjelaskan bahwa Stadion Si Jalak Harupat nan menjadi letak pertandingan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, bakal menyiapkan aktivitas pendukung di stadion tersebut dengan standar nan sesuai dengan angan FIFA.
Selain itu, lapangan latihan juga disiapkan di sejumlah titik seperti Stadion ITB, Stadion Arcamanik, Stadion Sidolig. Dua stadion persediaan juga disiapkan ialah Stadion Unpad dan lapangan IPDN Jatinangor.
Herman mengatakan bahwa pemerintah wilayah siap menyukseskan arena tersebut seperti pengalaman sebelumnya saat menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 FIFA 2023. "Kami, insya Allah, totalitas untuk FIFA ASEAN Cup 2026 ini," katanya.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah juga memastikan siap menjadi tuan rumah arena tersebut dengan arena utama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Jakarta, kata dia, mempunyai pengalaman nan panjang dan tidak diragukan lagi dalam menggelar aktivitas internasional.
Andri menyebut pemerintah bakal menyiapkan sejumlah lapangan latihan bagi peserta FIFA ASEAN seperti lapangan Banteng, lapangan Soemantri Brodjonegoro, dan ketiga di Lapangan 1 dan 2 JIS, dengan baik.
Selain untuk penyelenggaraan pertandingan, kata dia, support aspek lain juga disiapkan termasuk promosi dan mobilisasi. "Kami juga siap memberikan jasa untuk pemain maupun ofisial ke tempat-tempat wisata dengan menggunakan transportasi nan kita miliki," katanya.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan bergulir pada 23 September hingga 3 Oktober mendatang. Pelaksanaan arena itu dibagi menjadi dua bagian ialah premier division di Indonesia dan challengge division di Hong Kong.
Premier Division diikuti tim-tim dengan ranking terbaik di kawasan, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Sementara itu, Challenge Division diisi oleh Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Masing-masing bagian kemudian dibagi ke dalam dua grup.
Format turnamen itu berbeda dengan turnamen pada umumnya. Tim nan finis sebagai grup langsung melaju ke babak final alias tidak ada babak semifinal. Artinya, setiap tim dituntut tampil konsisten sejak pertandingan pertama lantaran hasil jelek dapat memperkecil kesempatan untuk menjadi juara grup dan lolos ke final.
Berdasarkan hasil pengundian FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A Premier Division berbareng Malaysia, India, dan Singapura. Sementara itu, Grup B Premier Division dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Sedangkan, Grup A Challenge Division terdiri atas Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Sementara Grup B Challenge Division dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·