Bank Indonesia Jawa Barat Dorong Pengembangan Padi Organik

58 menit yang lalu 3
Bank Indonesia Jawa Barat Dorong Pengembangan Padi Organik Areal persawahan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.(MI/BENNY BASTIANDY)

BANK Indonesia Jawa Barat berbareng Pemerintah Kabupaten Cianjur mendorong pengembangan pertanian organik. Hal ini dilakukan dengan memperkuat ekosistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui pengembangan budi daya padi organik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan menjelaskan, pertanian organik sekarang dinilai tidak lagi sekadar tren alias pilihan alternatif, melainkan suatu kebutuhan nan tidak ditawar lagi. Terlebih, di tengah perubahan iklim, penurunan kualitas kesuburan lahan, serta kesadaran masyarakat nan kian meningkat terhadap konsumsi pangan sehat, aman, dan berkualitas, upaya ini menjadi perihal krusial bagi pengembangan padi organik.

Tak hanya untuk kesehatan, menurutnya, pengembangan padi organik terbukti memberikan akibat positif terhadap aspek agronomis maupun ekonomis. Berdasarkan pertimbangan lapangan, produktivitas padi nan sebelumnya berkisar di nomor 5-6 ton per hektare sekarang melonjak tajam mencapai 7,7-8,3 ton per hektare.

"Pertanian organik sekarang bukan lagi sekadar pilihan style hidup, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan wilayah sekaligus membangun ekosistem pangan nan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Urgensi tersebut semakin menguat di tengah tantangan perubahan suasana dan penurunan kualitas lahan," ungkapnya, Kamis (30/7).

Sebagai komitmen nyata mendukung pengendalian inflasi melalui pengembangan padi organik, tambah dia, BI Jawa Barat berbareng Pemkab Cianjur memberikan training bagi para petani dan santri tani. Program tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pembangunan 10 demplot percontohan nan tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Demplot-demplot ini difungsikan sebagai sarana edukasi langsung, pusat pembelajaran budidaya organik, serta model percontohan nan dirancang untuk direplikasi secara masif. "Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak volume produksi, menjaga kesinambungan pasokan pangan, mendukung keterjangkauan nilai di tingkat konsumen, sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal," tandas Junanto.


PERKUAT SINERGI


Melalui pengembangan padi organik, Bank Indonesia Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan beragam mitra strategis terutama pemerintah daerah.

Kabupaten Cianjur dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama dan sentra produksi padi terbesar di Jawa Barat. Berdasarkan info resmi Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, wilayah ini menempati ranking keempat sebagai wilayah penghasil padi terbesar di Jawa Barat.

Potensi besar tersebut terus dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, perbaikan mutu hasil panen, serta penerapan model pertanian nan adaptif terhadap perubahan suasana tanpa mengabaikan kelestarian ekologi.

"Pemkab Cianjur juga aktif mendorong generasi muda untuk semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan pertanian sebagai sektor nan strategis, berbobot ekonomi, dan mempunyai prospek nan menjanjikan," katanya.

Junanto berambisi Cianjur semakin mengokohkan posisinya sebagai wilayah agraris unggulan nan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Selengkapnya