Ilustrasi.(Magnific)
PEMERINTAH Qatar secara tegas membantah laporan media Israel nan menyebut Doha menyetujui keterlibatan dalam operasi militer terhadap Iran. Otoritas Qatar menegaskan bahwa berita tersebut tidak betul dan menilai info itu sengaja disebarkan untuk merusak peran diplomatik negara tersebut di kawasan.
Melalui pernyataan resmi Kantor Media Internasional Qatar pada Kamis (16/7), Doha menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya sistematis untuk menyeret Qatar ke dalam bentrok nan sedang berjalan di Timur Tengah.
"Tuduhan-tuduhan ini telah disebarkan oleh individu-individu nan berupaya menyeret Qatar ke dalam konflik, untuk mengganggu peran krusial kami dalam mediasi dan untuk mendorong area Timur Tengah menuju eskalasi dan kekacauan lebih lanjut," demikian pernyataan instansi tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Jumat (17/7).
Qatar menegaskan bahwa sejak bentrok pecah, pemerintahnya tidak pernah ikut serta dalam operasi militer terhadap negara tetangga mana pun. Doha juga menyatakan tidak mempunyai rencana untuk melakukan tindakan militer di masa depan.
"Qatar tidak pernah berperan-serta dan tidak bakal berperan-serta dalam operasi militer apa pun terhadap negara tetangga," tegas pernyataan resmi tersebut.
Doha memastikan bakal tetap mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama. Pemerintah Qatar tidak bakal membiarkan info menyesatkan mengganggu upaya mediasi nan tengah dijalankan untuk menciptakan stabilitas kawasan.
"Qatar tidak bakal membiarkan tuduhan menyesatkan tersebut merusak upaya diplomatik aktif kami untuk mengakhiri konflik. Kami bakal terus melakukan upaya mediasi dengan berkoordinasi berbareng mitra regional dan internasional untuk mencapai kesepakatan komprehensif serta berkepanjangan nan mengatasi kekhawatiran semua pihak," lanjut pernyataan tersebut.
Meskipun memberikan sanggahan keras, Kantor Media Internasional Qatar tidak mengungkap secara spesifik media Israel nan dimaksud maupun rincian isi laporan nan dibantah tersebut.
Ketegangan di area memang kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat konfrontasi di Selat Hormuz awal bulan ini. Insiden serangan terhadap sejumlah kapal komersial di jalur vital tersebut memicu kembali ketegangan militer antara kedua negara.
Padahal sebelumnya, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan diharapkan menjadi jalan menuju penyelesaian bentrok jangka panjang. Namun, eskalasi terbaru di Selat Hormuz membikin kesepakatan tersebut kandas meredam situasi, sehingga pertempuran kembali pecah di wilayah tersebut. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·