Banyumas Uji Coba Tukar Sampah Plastik dengan Sembako untuk Kurangi Pencemaran Sungai Serayu

9 jam yang lalu 4
Banyumas Uji Coba Tukar Sampah Plastik dengan Sembako untuk Kurangi Pencemaran Sungai Serayu Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah menguji skema insentif pengelolaan sampah plastik dengan menukarkan sampah nan telah dipilah menjadi sembako, voucher makanan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya. Program ini diharapkan bisa mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menekan pencemaran plastik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.

Peluncuran program berjalan di Balai Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo ditandai dengan peresmian dashboard digital serta penyerahan perangkat timbang kepada Bank Sampah Mandirancan dan Bank Sampah Jitu pada Selasa (21/7). Kedua bank sampah tersebut menjadi letak percontohan penyelenggaraan program di area DAS Serayu.

Program ini merupakan kerjasama Pemkab Banyumas dengan Konsorsium SOLUSI nan beranggotakan GIZ Indonesia, Landscape Alliance, Yayasan KEHATI, dan SNV Indonesia, berbareng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di tingkat daerah, pelaksanaannya mendapat support Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Banyumas.

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan skema insentif tersebut menjadi salah satu upaya mengintegrasikan pembangunan wilayah dengan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. "Melalui skema insentif ini kami berambisi partisipasi masyarakat, khususnya di area DAS Serayu, semakin meningkat sehingga volume sampah plastik nan mencemari lingkungan dapat terus ditekan," kata Dedy.

Program tersebut disusun berasas hasil studi perubahan perilaku nan dilakukan SNV pada 2025 di Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Bangka Belitung. Kajian itu mengidentifikasi sejumlah persoalan, seperti terbatasnya jasa persampahan, minimnya sarana pendukung konsep reduce, reuse, recycle (3R), rendahnya kapabilitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, hingga tingginya penggunaan plastik sekali pakai.

Di Kabupaten Banyumas, persoalan tersebut tetap banyak ditemukan di wilayah pedesaan sepanjang DAS Serayu nan belum seluruhnya terjangkau jasa pengangkutan sampah. Kondisi itu menyebabkan sebagian penduduk tetap membakar sampah plastik alias membuangnya ke sungai.

Padahal, Sungai Serayu merupakan salah satu sungai utama di Jawa Tengah nan bermuara ke Samudra Hindia melalui wilayah Kabupaten Cilacap. Karena itu, pengelolaan sampah sejak dari tingkat rumah tangga dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah sampah plastik mengalir hingga ke laut.

Program Manager SOLUSI di SNV, Audrie Siahainenia, mengatakan skema insentif tersebut dirancang untuk menunjukkan bahwa pengelolaan bentang darat dan laut nan berkepanjangan dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurut dia, masyarakat nan memilah dan menyetorkan sampah plastik tidak hanya memperoleh faedah ekonomi berupa sembako alias corak insentif lainnya, tetapi juga berkontribusi menjaga kebersihan sungai hingga area pesisir.

Dalam pelaksanaannya, pengguna Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bank sampah dapat menyetorkan sampah plastik nan telah dipilah. Nilai sampah tersebut selanjutnya ditukarkan dengan paket sembako maupun kebutuhan rumah tangga lainnya sesuai sistem nan telah disiapkan.

Program ini juga didukung sistem pencatatan digital bank sampah, training bagi pengelola, kejuaraan pengumpulan sampah plastik antarnasabah setiap bulan, serta aktivitas bersih sungai sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.

Selain melibatkan masyarakat, program tersebut diharapkan menarik keterlibatan bumi upaya melalui skema Public Private Community Partnership (PPCP).

Pemilik CV Javari, Galih, menyatakan pihaknya tertarik menerapkan skema serupa lantaran aktivitas upaya pertanian organik nan dijalankannya juga menghasilkan limbah nan perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Keberhasilan program bakal dievaluasi melalui sejumlah indikator, di antaranya peningkatan jumlah pengguna bank sampah, bertambahnya volume sampah plastik nan sukses dikumpulkan, tingkat retensi nasabah, serta intensitas penyebaran materi edukasi oleh pengelola bank sampah.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan bisa mengurangi sampah plastik ke badan air, terutama Sungai Serayu, sehingga pencemaran nan bermuara ke pesisir selatan Jawa dapat ditekan. (H-2)

Selengkapnya