Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meluncurkan kitab Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo di Osaka Jepang pada 2025.
Dalam agenda ini, turut datang Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, dan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo.
Partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan visi pembangunan nasional, sekaligus memperkuat gambaran dan posisi Indonesia di tingkat global.
Melalui Paviliun Indonesia, beragam potensi ekonomi, budaya, dan penemuan sukses ditampilkan pada Masyarakat internasional dan mendapat respon positif dari beragam pihak.
Adapun kitab ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi capaian dan pembelajaran selama partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka, sekaligus merefleksikan satu tahun pelaksanaannya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan kehadiran Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka bukan hanya sekadar panggung diplomasi, tetapi juga menjadi panggung investasi.
"Ini bukan panggung diplomasi saja, tetapi juga panggung investasi. Kami mendapat kesempatan untuk mendaftarkan investasi sampai US$ 28 miliar," kata Rachmat dalam paparannya di Peluncuran Buku Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka, Rabu (29/7/2026).
Rachmat pun berterima kasih lantaran Indonesia sukses ikut serta dalam World Expo 2025 Osaka, di mana visitor nan datang ke Paviliun Indonesia mencapai 3,58 juta orang, dari sasaran nan ditetapkan mencapai 2,8 juta orang.
"Alhamdulillah, Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka sukses mengundang banyak pengunjung, di mana ada 3,5 juta visitor nan datang. Padahal, jumlah masyarakat Osaka ada 7,5 juta," terang Rachmat.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksanaan Paviliun Indonesia World Expo 2025 Osaka, Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengatakan selain menggaet 3,5 juta pengunjung, Paviliun Indonesia juga sukses mendapatkan Silver Award pada kategori Exhibition Design for Self-Built Pavilions.
"Kami sukses menarik lebih dari 3,58 juta visitor dan meraih penghargaan Silver Award pada kategori Exhibition Design for Self-Built Pavilions," kata Leonardo.
Dampak lainnya ialah melaksanakan 104 sesi upaya forum dalam enam bulan nan berfokus pada sektor-sektor utamanya sektor hijau dan menghasilkan potensi kerjasama dan investasi dengan perkiraan nilai mencapai US$ 28,92 miliar, dengan komitmen terbesar pada sektor industri hijau dan hilirisasi senilai US$ 22,3 miliar.
Selain itu, sebanyak 76 perjanjian kerjasama strategis telah dilakukan dalam Paviliun Indonesia.
"Sinyal investasi nan terbentuk ini berpotensi memberikan kontribusi pada pertumbuhan PDB jangka menengah sebesar US$ 4,59 hingga US$7,05 miliar," jelas Leonardo.
Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy saat Peluncuran Buku Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka, Rabu (29/7/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy saat Peluncuran Buku Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka, Rabu (29/7/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
(haa/haa)
Addsource on Google

18 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·