Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai investasi di Batam melonjak 72,38% menjadi Rp44,01 triliun pada 2025 dibandingkan dengan 2024. Pencapaian tersebut disebut Kepala Badan Pengusaha (BP) Batam Amsakar Achmad buah dari 'hadiah' izin dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Untuk nomor investasi, ya pertumbuhannya juga sangat signifikan. 2024, realisasi investasi kita Rp25,46 triliun, 2025 itu menjadi Rp44,01 triliun, tumbuh 72,83%. Kalau dilihat dari sasaran 2025, itu nomor kita Rp36,9 triliun, realisasi kita Rp44,01 triliun," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Amsakar mengatakan ada lima izin diatur pemerintah nan mendorong pertumbuhan investasi di Batam.
"Itu Jakarta, Pak Prabowo menghadiahkan kepada Batam itu lima regulasi," tuturnya.
Pertama adalah Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 2025. Kemudian PP No.25 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan area perdagangan bebas dan PP No.28 tahun 2025 tentang perizinan berupaya berbasis resiko.
Lalu kemudian PP No, 27.2025 tentang ekspansi wilayah kerja di Batam. Amsakar mengatakan beragam izin tersebut memberikan kemudahan investasi kepada para investor.
"Jadi, saya lihat sekarang ada tiga bidang, tiga kategori perizinan. Itu namanya pelayanan dasar, perizinan berusaha, dan perizinan berupaya untuk menunjang aktivitas usaha," ucapnya.
Kemudahan investasi lain, dalam perihal izin ditunjukkan Amsakar di 16 sektor, sebanyak 1.416, dimana jenis pelayanan perizinan dan non-perizinan nan selama ini diurus ke Kementerian/Lembaga (K/L), sekarang cukup selesai diurus di Batam.
"Nah, ini nan kami sebut dengan support dari Pemerintah Pusat terhadap Batam ini luar biasa," tuturnya.
Aturan lain nan mendorong investasi ke Batam, menurut Amsakar, adalah PP No.47/2025 nan menjadi dasar pengembangan wilayah kerja nan saat ini sudah mencakup 22 pulai du sekitar Batam.
Dirinya berujar tas mendapatkan pengarahan Presiden agar melakukan simplifikasi kemudahan pada pelayanan perizinan, maka dirinya beserta jajarannya pun membenahi semua soal perizinan investasi di Batam.
"Dulu untuk mengurus amdal, itu butuh 6 bulan sampai 2 tahun, tapi sekarang dalam hitungan 38 hari itu sudah selesai. PKKPRL untuk wilayah laut, itu dalam hitungan 2 bulan sudah selesai.
"Saya kira ini nan memberikan daya ungkit terhadap perkembangan investasi nan terjadi akhir-akhir ini," sambungnya.
(haa/haa)
Addsource on Google

4 hari yang lalu
8







English (US) ·
Indonesian (ID) ·