ARTICLE AD BOX
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan HIV melalui jasa mobile screening. Program ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Batam untuk memperluas penemuan awal HIV dan menjangkau golongan berisiko.(MI/Hendri Kremer)
DINAS Kesehatan Kota Batam mempercepat penemuan awal HIV melalui jasa mobile screening di sejumlah letak nan menjadi titik penjangkauan golongan berisiko. Strategi jemput bola tersebut ditujukan untuk mencapai sasaran skrining terhadap 16.839 orang sepanjang 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan penemuan kasus HIV tidak lagi hanya mengandalkan masyarakat nan datang ke akomodasi kesehatan. Petugas kesehatan juga aktif melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan skrining sebelum tindakan operasi.
“Penemuan kasus tidak hanya berasal dari masyarakat nan datang memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan. Kami juga melakukan skrining sebelum tindakan operasi serta jasa mobile screening di letak nan menjadi sasaran penjangkauan petugas kesehatan,” katanya, Senin (13/7).
Menurutnya, pendekatan jemput bola krusial dilakukan lantaran tetap banyak golongan berisiko nan belum mempunyai kesadaran untuk memeriksakan diri. Deteksi awal dapat mempercepat pemberian pengobatan sekaligus menekan akibat penularan HIV.
Kelompok sasaran meliputi laki-laki nan berasosiasi seks dengan laki-laki, wanita pekerja seks, pengguna narkoba suntik, waria, pasien tuberkulosis, serta golongan lain nan mempunyai akibat tinggi terpapar HIV.
Pelaksanaan mobile screening tetap menghadapi sejumlah kendala. Kelompok sasaran tersebar di beragam lokasi. Selain itu, beberapa titik penjangkauan belum memberikan akses kepada petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
“Kondisi ini menjadi tantangan dalam memperluas cakupan skrining HIV. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dengan beragam pihak agar jasa kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Hingga Mei 2026, sebanyak 6.144 orang telah menjalani skrining HIV. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 36 persen dari sasaran tahunan sebanyak 16.839 orang.
Dinas Kesehatan Kota Batam optimistis sasaran tersebut dapat tercapai. Selama periode 2022 sampai 2025, Batam bisa memenuhi sasaran skrining HIV hingga 100 persen.
Data Dinas Kesehatan Kota Batam menunjukkan, sebanyak 15.060 orang menjalani skrining HIV pada 2024. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 822 kasus positif HIV.
Pada 2025, jumlah peserta skrining meningkat menjadi 15.868 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 671 orang dinyatakan positif HIV.
Pemerintah Kota Batam juga telah menyediakan 32 jasa Care Support Treatment bagi orang dengan HIV dan 36 jasa Voluntary Counseling and Testing. Layanan tersebut tersebar di 21 puskesmas, 13 rumah sakit, satu klinik rumah tahanan, dan satu klinik lembaga pemasyarakatan.
Seluruh puskesmas di Kota Batam turut menyediakan jasa pemeriksaan jangkitan menular seksual. Pemeriksaan viral load tersedia di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dan Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.
Layanan Pre-Exposure Prophylaxis juga telah tersedia di delapan puskesmas dan lima rumah sakit. Layanan tersebut diberikan kepada golongan berisiko tinggi sebagai langkah pencegahan terhadap HIV.
Didi mengimbau masyarakat, khususnya mereka nan mempunyai aspek risiko, agar tidak ragu memanfaatkan jasa skrining HIV nan telah disediakan pemerintah.
“Semakin sigap diketahui, semakin sigap pasien mendapatkan pengobatan. Dengan demikian, kualitas hidup dapat dipertahankan dan akibat penularan kepada orang lain dapat ditekan,” tambahnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·