Bos DJP: Tiap Ekonomi RI Tumbuh 1%, Pajak Kini Bisa Naik 2,25%

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Perpajakan Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengungkapkan parameter sensitivitas penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi alias tax buoyancy membaik dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun lalu.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan tax buoyancy pada semester pertama 2026 mencapai 2,25%, tumbuh dari sebelumnya pada periode nan sama 2025 nan berada di -0,1. Artinya, setiap pertumbuhan ekonomi tumbuh 1%, bisa mendorong kenaikan penerimaan pajak sekitar 2,25%.

"Tax buoyancy-nya juga membaik. Di semester I-2026 ini, angkanya mencapai 2,25%. Artinya di setiap 1% dari pertumbuhan ekonomi, kita bisa menghasilkan sekitar 2,25% tambahan penerimaan pajak," kata Bimo dalam Dialog Perpajakan 2026, Senin (13/7/2026).

Hal ini menjadi sinyal bahwa keahlian pemerintah menghimpun penerimaan pajak sekarang tidak terlalu berjuntai pada perubahan nilai komoditas global.

Bimo menjelaskan perbaikan tersebut terjadi ketika nilai sejumlah komoditas ekspor Indonesia tengah mengalami normalisasi. Seperti nilai batu bara nan sekarang berada di kisaran US$134 per ton, sedangkan nilai minyak mentah, nikel, hingga bijih besi juga telah mengalami moderasi sekitar 21% hingga 34%.

"Artinya taxing capacity kita, DJP hari ini, itu sudah mulai terlepas, sudah bisa mulai terlepas dari fragility ketergantungan terhadap commodity price, dari lonjakan nilai komoditas," terang Bimo.

Bimo menegaskan bahwa peningkatan penerimaan pajak saat ini tidak berasal dari kebijakan nan berkarakter insidental alias luar biasa, seperti program pengungkapan sukarela (PPS) nan pernah diterapkan pemerintah.

Menurutnya, pertumbuhan penerimaan lebih banyak ditopang oleh peningkatan kapabilitas internal DJP, mulai dari penguatan pengawasan, digitalisasi manajemen perpajakan, hingga ekspansi pedoman pajak.

"Jadi ini memang murni dari mesin internal kita nan bekerja lebih kencang, bekerja lebih berintegritas, dan bekerja lebih bisa menjangkau dari nan tidak terjangkau," jelas Bimo.

(chd/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya