Baznas Tanggap Bencana Distribusikan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pandeglang

2 jam yang lalu 3
Baznas Tanggap Bencana Distribusikan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pandeglang Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan 48 ribu liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pendistribusian air bersih tersebut telah menjangkau 250 kepala family (KK). Jumlah support tersebut tetap terus bersambung dan terus menjangkau lebih luas masyarakat nan terdampak kekeringan, termasuk di Pandeglang.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan pengedaran air bersih ini menjadi respons sigap Baznas RI untuk membantu masyarakat nan mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat kekeringan.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar nan kudu segera dipenuhi. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, dampaknya bakal langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan," ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (30/7). 

Idy mengatakan, penyaluran air bersih merupakan salah satu corak kehadiran Baznas RI dalam membantu masyarakat nan menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban penduduk sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

"Jangan sampai lantaran kekurangan akses air bersih ini bakal timbul mustahik-mustahik baru," tegasnya.

Idy mengatakan, penyediaan akses air bersih  menjadi salah satu upaya Baznas untuk menghadirkan faedah amal secara langsung bagi masyarakat nan menghadapi keterbatasan air bersih.

"Salah satu wilayah nan menjadi perhatian dalam penyediaan akses air bersih tersebut adalah Pandeglang, Jawa Barat. Wilayah tersebut merupakan wilayah nan kerap mengalami kekeringan, sekaligus menjadi salah satu wilayah lumbung pangan," kata Idy.

"Karena itu, penyediaan akses air bersih menjadi sangat urgent. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain mereka juga kudu tetap menjalankan aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan," ujarnya.

Lebih lanjut, Idy menyampaikan, Baznas RI bakal terus memperluas jangkauan pendistribusian air bersih ke beragam pelosok Indonesia nan terdampak kekeringan maupun pascabencana untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mencegah akibat sosial dan ekonomi nan lebih besar akibat keterbatasan akses air.

"Distribusi air bersih merupakan langkah sigap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Dalam jangka panjang, diperlukan upaya berbareng dan berkepanjangan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air nan layak dan memadai," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Khalid (46), nan sehari-hari bekerja sebagai petani, mengungkapkan rasa syukur atas support air bersih nan diberikan Baznas RI. Menurutnya, support tersebut sangat tepat baginya dan masyarakat Pandeglang nan saat ini tetap menghadapi kekeringan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Terima kasih kepada Baznas nan telah memberikan support air bersih. Bantuan ini sangat berfaedah bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum ada support ini saya kudu menempuh berkilo-kilo meter untuk sampai di sumber mata air terdekat, ialah di Sungai Cilimatan," ujar Khalid.

Hal senada juga disampaikan penerima faedah lainnya, Puji Rahayu (26), mengaku terbantu dengan adanya pengedaran air bersih dari Baznas RI. Sebagai ibu rumah tangga nan mempunyai dua anak balita, kesiapan air bersih menjadi kebutuhan krusial bagi keluarganya.

"Alhamdulillah, air bersih ini sangat kami butuhkan. Terlebih saya mempunyai dua balita nan memerlukan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Puji.

Adapun sasaran pendistribusian tersebar di 34 Provinsi di Indonesia terdampak kekeringan dan pascabencana. Di tahun 2026, pendistribusian sudah menjangkau di 32 titik nan tersebar di wilayah Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara. 

Dalam pelaksanaannya, Baznas menyesuaikan corak intervensi dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan membangun sumur bor alias pipanisasi, menyediakan bak penampungan, serta mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki. (H-2)

Selengkapnya