ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dijadwalkan resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada Kamis (9/7/2026). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Lantas, gimana pengaruh penggunaan B50 terhadap performa mesin kendaraan?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan hasil pengetesan performa mesin nan menggunakan biodiesel B50. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan uji jalan, kualitas B50 dinilai memenuhi standar, salah satunya ditunjukkan oleh kandungan air nan jauh di bawah pemisah maksimum nan ditetapkan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan rincian parameter teknis dari hasil pengetesan laboratorium dan lapangan. Salah satu hasilnya, nomor kandungan air dalam campuran B50 menjadi salah satu aspek nan menjaga stabilitas mesin diesel selama masa uji coba jalan.
"Ini nan tadi uji water content sudah keluar angkanya, 208,81 (ppm). Itu berfaedah di bawah 300 ppm. Lebih bagus lantaran lebih rendah lebih bagus. Kalau lebih banyak air itulah nan sering disebutkan (mengganggu) performa mesin. Jadi kita tekankan kandungan air itu makin sedikit makin sedikit," ungkapnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Rabu (8/7/2026).
Memang, pemerintah tengah memperketat spesifikasi teknis B50 dibandingkan program nan sudah melangkah saat ini ialah B40. Parameter monogliserida ditekan menjadi maksimal 0,47% massa dan stabilitas oksidasi ditingkatkan menjadi minimal 900 menit untuk memastikan performa mesin tetap terjaga meski persentase campuran nabati meningkat.
"Jadi persyaratan ke badan upaya bahan bakar nabatinya itu kita syaratkan seperti itu agar performanya bagus. Pastinya ditingkatkan lantaran performanya ini kan kita uji juga, makanya kita tetapkan spesifikasi B100-nya itu jauh lebih bagus," jelas Eniya.
Selain stabilitas mesin, penggunaan B50 terbukti bisa menurunkan kadar sulfur dalam bahan bakar hingga 50%. Dengan hilangnya separuh kandungan sulfur tersebut, kualitas emisi nan dihasilkan oleh kendaraan bermesin diesel diklaim mulai mendekati standar lingkungan Euro-4.
"FAME ini berfaedah untuk menurunkan sulfur juga. Kalau campurannya 50%, sulfurnya turun jadi 50%-nya. Gak ada kandungan sulfurnya kan terus dicampur menjadi hanya sekitar setengahnya. Kira-kira sih mendekati Euro-4," bebernya.
Terkait kondisi komponen dalam mesin, pihaknya melaporkan bahwa tidak ada hambatan signifikan seperti penyumbatan nan mengharuskan penggantian filter secara cepat. Ditambah, konsumsi bahan bakar pada kendaraan nan diuji tetap berada dalam rentang standar nan ditetapkan oleh masing-masing pabrikan.
"Nah ini performa mesin tadi dilaporkan tidak ada tukar filter. Tadi dari laporannya tim teknis itu sesuai. Jadi jika klaim pabrikan 11 (km/liter), ini tadi 11,04, jadi angkanya sesuai klaim pabrikan malahan. Itu bisa kita pastikan," tandasnya.
Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan program B50 diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan sasaran penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter alias sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.
Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan pengedaran di beragam wilayah.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·