Belasan Karhutla Terjadi di Majalengka

2 jam yang lalu 4
Belasan Karhutla Terjadi di Majalengka Petugas memadamkan api di lahan nan terbakar di Kabupaten Majalengka.(Dok BPBD Majalengka)

BELASAN kejadian kebakaran rimba dan lahan (karhutla) telah terjadi di Kabupaten Majalengka. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya karhutla. 

Berdasarkan info nan dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka selama periode periode 12 Juli hingga 21 Juli 2026 telah terjadi 12 kejadian karhutla nan telah menghanguskan lahan seluas 10,85 hektar. 

“Karhutla nan terjadi selama periode 12 Juli hingga 21 Juli 2026 tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Majalengka,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, Kamis (23/7). 

Cuaca nan kering akibat musim tandus disertai dengan angin nan saat ini tengah bertiup kencang menjadi aspek utama nan mempercepat penyebaran api, terutama di area semak belukar, kebun, dan lahan kritis di wilayah perbukitan. 

Untuk pemadaman api di rimba maupun lahan nan terbakar, lanjut Agus, mereka mempunyai Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD berbareng unsur Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan. “Kami terus bergerak sigap melakukan pemadaman serta asesmen di letak agar api tidak meluas ke area permukiman,” tutur Agus. 

Adapun sebaran kejadian karhutla terjadi di Desa Baribis, Kecamatan Cigasong sebanyak tiga kejadian dengan total luas sekitar 4,02 hektare. Masih di Kecamatan Cigasong, karhutla juga terdi di Desa Kawunghilir seluas 1 hektare. Selanjutnya karhutla juga terjadi di Kecamatan Kasokandel ialah di Desa Wanajaya nan membakar lahan seluas 2 hektar serta tiga kejadian di Desa Girimukti dengan luas lahan nan terbakar sekitar 0,22 hektare.

Karhutla juga terjadi di Kecamatan Kadipaten ialah di Desa Kadipaten dengan luas sekitar 2 hektar. Sedangkan di Kecamatan Majalengka, kebakaran melanda Kelurahan Majalengka Wetan seluas 1,5 hektare serta Desa Babakanjawa sekitar 0,06 hektare. Sedangkan di Kecamatan Sindang, kebakaran terjadi di Desa Gunungkuning dengan luas sekitar 0,05 hektare.

“Seluruh letak terdampak telah dilakukan upaya pemadaman, pendinginan, dan asesmen oleh petugas campuran guna memastikan api betul-betul padam dan tidak kembali menyala,” tutur Agus.

Selanjutnya menghadapi puncak musim tandus nan tetap berlangsung, BPBD Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan dan berkedudukan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran rimba dan lahan.

”Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar, tidak membakar sampah maupun jerami di sekitar vegetasi kering, serta tidak membuang puntung rokok nan tetap menyala di sembarang tempat,” imbau Agus. Pemilik lahan perkebunan juga dianjurkan membikin sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar api tidak mudah merambat.

Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan andaikan menemukan titik api maupun kepulan asap kepada pemerintah desa, kecamatan, petugas Pemadam Kebakaran, alias menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Majalengka di (0233) 283044 alias jasa Kedaruratan 112. 

“Personel tetap disiagakan selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas dan memberikan respons sigap terhadap setiap laporan kebakaran, demi melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan selama musim kemarau,” tutur Agus. (UL/E-4)

Selengkapnya