Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih di Kampung Jegang, Kecamatan Bojongmangu, Minggu (19/7).(MI/ANTON KUSTEDJA)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi berbareng Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat, dan bumi upaya telah mendistribusikan lebih dari satu juta liter air bersih untuk membantu penduduk nan terdampak kekeringan.
Data terbaru dari BPBD menyebutkan, hingga Minggu (19/7) pukul 23.00 WIB, musibah kekeringan terjadi di 49 letak di 10 desa nan tersebar di 5 kecamatan.
Wilayah itu ialah Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Selatan, dan Pebayuran. Krisis air bersih berakibat terhadap 5.776 kepala family (KK) alias sekitar 17.047 jiwa warga.
Adapun dari 1.001.000 liter air bersih nan telah didistribusikan berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 651.000 liter, PMI 290.000 liter, Deltamas 33.000 liter, BBWS 24.000 liter dan PT Hyundai sebanyak 3.000 liter.
SEBARAN KRISIS AIR
Di Kecamatan Cibarusah terdapat 10 titik kekeringan, ialah 9 titik di Desa Ridogalih dan 3 titik di Desa Cibarusah Jaya. Kemudian di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih juga terjadi di Desa Nagasari (8 titik) dan Desa Sukasari (1 titik).
Sementara di Kecamatan Bojongmangu, krisis air bersih terjadi di 4 desa, ialah Desa Sukamukti (1 titik), Desa Sukabungah (1 titik), Desa Medalkrisna (9 titik) dan Desa Karang Indah (11 titik).
Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran sebanyak 5 titik dan Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan 1 titik.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·