Warga mengaku sudah lebih dari sebulan area tersebut mengalami kekeringan. Sungai pun berubah menjadi daratan.
Anak-anak bermain aliran sungai di Bendung Katulampa di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat nan mengering akibat musim kemarau, Selasa (21/7/2026).A (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pantauan di lokasi, aliran di Bendung Katulampa tampak menyusut drastis. Batu-batu besar nan biasanya terendam air sekarang terlihat jelas di dasar sungai. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Warga mengaku sudah lebih dari sebulan area tersebut mengalami kekeringan, apalagi hingga berakibat pada sumur-sumur warga. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Arman (38), penduduk Katulampa mengatakan kondisi seperti ini memang nyaris setiap tahun terjadi saat musim kemarau. Namun, menurutnya, kekeringan tahun ini merupakan nan paling parah. “Memang tiap tahun ada, hanya enggak separah ini. Ini terparah,” ungkapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sebelumnya, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat turun hingga menyentuh nomor 0 sentimeter pada Sabtu (18/7). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Warga sekitar mengatakan debit Sungai Ciliwung memang mengalami penurunan signifikan akibat musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir, TMA berfluktuasi di kisaran 0 hingga 10 sentimeter. "Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. TMA Bendung Katulampa 0 sentimeter. Dalam beberapa hari memang pernah 0 hanya ada 1-2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi, begitu. Dampaknya memang mulai terasa lantaran musim kemarau," tutupnya salah satu penduduk saat berbincang dengan CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
source on Google

3 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·