Bimbingan Pra Nikah Remaja Digelar, Pemkot Bontang Perkuat Fondasi Generasi Masa Depan

20 jam yang lalu 3
Bimbingan Pra Nikah Remaja Digelar, Pemkot Bontang Perkuat Fondasi Generasi Masa Depan Pemkot Bontang menggelar pengarahan pranikah bagi remaja SMA/SMK untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, karakter, dan kesiapan berkeluarga.(Dok. Diskominfo Kota Bontang)

Pemerintah Kota Bontang menegaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan family sejak dini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui aktivitas Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah se-Kota Bontang Tahun 2026 nan digelar Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang di Aula Gedung MUI Bontang Selatan, Selasa (21/7) pagi.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, nan datang mewakili Wali Kota Bontang. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian krusial dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Bontang.

Menurut Anwar Sadat, para pelajar nan mengikuti aktivitas tersebut merupakan generasi nan kelak bakal memegang peran krusial sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, maupun pemimpin di masa depan. Karena itu, pembekalan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

"Remaja nan hari ini duduk di ruangan ini adalah calon kepala keluarga, calon ibu rumah tangga, calon pemimpin, nan kelak bakal menentukan wajah Bontang di masa depan. Menyiapkan mereka sejak awal sama artinya dengan menyiapkan pondasi kota ini agar berdiri lebih kokoh," ungkapnya.

Ia juga membujuk seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, materi nan diberikan bukan hanya relevan ketika memasuki jenjang pernikahan, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

"Nilai-nilai tentang menjaga diri, menghormati sesama, serta memilih pergaulan nan baik adalah bekal nan dapat diterapkan mulai hari ini, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masing-masing," pesannya.

Lebih lanjut, dia berambisi aktivitas serupa tidak berakhir sebagai agenda tahunan semata. Ia membujuk Gerakan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama, DP3AKB, Baznas Kota Bontang, pihak sekolah, dan para orang tua untuk terus memperkuat sinergi dalam membina karakter generasi muda.

"Pembentukan adab generasi bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi seluruh komponen menjadi kunci agar semakin banyak remaja nan memperoleh pembinaan seperti ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang, Muhammad Amir, menjelaskan bahwa program bimbingan pranikah remaja telah rutin dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran utama siswa-siswi SMA/SMK, khususnya kelas XII.

Mengusung tema "Berilmu Dulu, Menikah Kemudian", aktivitas ini bermaksud memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

"Pesan nan mau kami sampaikan sederhana, tuntaskan dulu pendidikan dan bekali diri dengan ilmu, baru kemudian memikirkan pernikahan. Jangan sampai justru sibuk memikirkan menikah sebelum menyelesaikan pendidikan," ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, GKS mengundang sekitar 100 peserta nan berasal dari 10 SMA dan SMK negeri di Kota Bontang, dengan masing-masing sekolah mengirimkan 10 siswa dan siswi. Selain itu, sejumlah sekolah swasta juga turut diundang.

"Hingga aktivitas dimulai, sekitar 80 persen peserta telah hadir. Mereka berasal dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, hingga SMK Negeri 4 nan berada di Bontang Lestari," jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian pembinaan bakal bersambung pada hari berikutnya dengan sasaran nan berbeda, ialah pasangan calon pengantin nan telah mendaftarkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebanyak 50 pasangan alias 100 peserta dijadwalkan mengikuti pengarahan calon pengantin sebagai bagian dari upaya membangun family sakinah sejak awal.

Dalam pelaksanaannya, aktivitas didukung oleh Baznas Kota Bontang nan menyediakan konsumsi peserta. Sementara materi disampaikan oleh lima narasumber nan berasal dari DP3AKB Kota Bontang, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), serta Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang.

Melalui aktivitas ini, diharapkan para remaja tidak hanya memahami pentingnya pernikahan nan matang secara kepercayaan dan hukum, tetapi juga menyadari bahwa pendidikan, karakter, dan kesiapan mental merupakan fondasi utama dalam membangun family nan selaras dan berkualitas. (PPID Kota Bontang/Z-2)

Selengkapnya