BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sumut pada Kamis 20 Agustus

1 jam yang lalu 2
BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sumut pada Kamis 20 Agustus Ilustrasi hujan.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal bagi masyarakat di wilayah Sumatra Utara (Sumut) untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang nan disertai angin kencang pada Kamis (20/8).

Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Lestari Irine Purba, menjelaskan bahwa imbauan ini ditujukan khususnya bagi penduduk nan berada di wilayah pantai timur, pegunungan, dan lereng timur Sumatera Utara.

"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang nan dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu musibah hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama di wilayah nan mempunyai kerentanan tinggi," ujar Lestari di Medan, Rabu (19/8).

Prakiraan Cuaca Wilayah Sumut

Berdasarkan info BMKG, berikut adalah rincian prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Sumatra Utara pada Kamis, 20 Agustus 2026:

  • Pagi Hari: Cuaca Sumut secara umum diprakirakan rata-rata berawan.
  • Siang hingga Sore Hari: Berpotensi hujan ringan hingga sedang. Hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di wilayah Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Padang Lawas.
  • Malam Hari: Hujan ringan diprakirakan terjadi nyaris merata di seluruh wilayah Sumatera Utara.
  • Dini Hari: Hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Deli Serdang, Binjai, Langkat, dan Medan.

BMKG juga memprakirakan suhu udara di Sumut berada pada kisaran 15 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60-100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 4-15 kilometer per jam.

Analisis Atmosfer dan Potensi Sepekan ke Depan

Lestari menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Sumut tetap berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Hal ini dipicu oleh adanya belokan angin dan konvergensi angin di sekitar Pantai Timur Sumatera Utara, serta anomali suhu muka laut nan hangat.

Kondisi atmosfer ini didukung oleh pertumbuhan awan hujan akibat belokan angin di Samudera Hindia barat Sumatra, aktifnya gelombang atmosfer, serta suhu muka laut nan hangat nan meningkatkan suplai uap air di wilayah tersebut.

Selain itu, kejadian solar heating alias pemanasan permukaan nan optimal pada pagi hingga siang hari saat cuaca cerah berawan turut menciptakan instabilitas atmosfer. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif nan memicu hujan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada sore hingga malam hari secara lokal. (Ant/H-3)

Selengkapnya