Tim campuran memadamkan api nan membakar lahan di wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (24/8/2026).(Dok BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang)
KABUPATEN Sarolangun menjadi wilayah dengan jumlah titik panas alias hotspot terbanyak di Provinsi Jambi berasas pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 24 Agustus 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Luckita Theresia, mengatakan sebanyak 348 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada 24 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan sejak pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 23 Agustus 2026, BMKG mencatat sebanyak 432 titik panas di Provinsi Jambi.
"Ada pengurangan signifikan sekitar 100 titik panas," katanya.
Dari total 348 titik panas nan terpantau, sebanyak 154 titik berada di Kabupaten Sarolangun. Titik panas tersebut mempunyai tingkat kepercayaan dalam kategori sedang hingga tinggi.
Kondisi tersebut membikin Sarolangun menjadi salah satu wilayah nan perlu mendapat perhatian lebih dalam pemantauan potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
BMKG meminta masyarakat, khususnya di wilayah dengan sebaran hotspot tinggi, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya titik api nan dapat berkembang menjadi kebakaran.
Selain Sarolangun, titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah lain di Jambi, termasuk Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (TJB).
Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TJT) tetap terdeteksi mempunyai tujuh titik panas. Jumlah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lainnya, tetapi BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar waspada.
Cuaca Jambi Cerah hingga Cerah Berawan
Luckita mengatakan kondisi cuaca di Provinsi Jambi diprakirakan tetap berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, potensi asap tetap terdapat di nyaris seluruh wilayah provinsi tersebut.
Pergerakan angin saat ini berasal dari arah tenggara hingga selatan. Karena itu, perkembangan dan penyebaran asap tetap perlu dipantau secara berkala.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti info terbaru mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla serta akibat nan ditimbulkan oleh sebaran asap. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·