ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) dihantam rudal Iran saat melintas di perairan Oman. Serangan ini menewaskan satu awak kapal penduduk negara India, melukai delapan orang lainnya, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran daya paling vital di dunia.
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya menyebut kapal tanker al-Bahiya dan Mombasa menjadi sasaran serangan rudal Iran ketika berada di wilayah perairan teritorial Oman.
Menurut kementerian tersebut, satu awak kapal berkewarganegaraan India nan berada di atas kapal Mombasa tewas akibat serangan tersebut. Selain itu, enam penduduk negara India dan dua penduduk negara Ukraina mengalami luka-luka.
Kedua kapal tanker itu juga mengalami kerusakan parah dan sempat terbakar akibat hantaman rudal.
"Kedua kapal tanker mengalami kerusakan dan terbakar," kata Kementerian Pertahanan UEA dalam keterangannya, sebagaimana dikutip CNN International, Selasa (14/7/2026).
Meski demikian, pihak berkuasa memastikan kobaran api nan melanda kedua kapal sekarang telah sukses dipadamkan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi bentrok di Selat Hormuz, jalur laut strategis nan menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di area tersebut telah memicu kekhawatiran pasar daya dunia lantaran berpotensi mengganggu pengedaran minyak dan gas dari area Teluk.
Menyikapi serangan tersebut, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan pihaknya meningkatkan kewaspadaan dan siap menghadapi setiap ancaman terhadap keamanan negara.
"Kementerian tetap berada dalam status siaga tinggi dan sepenuhnya siap menghadapi setiap ancaman serta mengambil semua langkah nan diperlukan untuk merespons secara tegas setiap upaya nan bermaksud mengganggu keamanan dan stabilitas negara," tegas kementerian.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk keras serangan rudal tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah India atas meninggalnya salah satu warganya.
Dalam pernyataannya, kementerian juga menilai tindakan nan mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz merupakan ancaman serius terhadap stabilitas area maupun keamanan daya dunia.
"Pelayaran komersial dan penggunaan Selat Hormuz sebagai perangkat tekanan alias pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan dan menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas area beserta masyarakatnya, serta terhadap keamanan daya global," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·