Bos Baru BGN Blak-blakan, Minta Diviralkan Sampai Pesan Khusus Prabowo

1 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) nan baru, Sudaryono, mempersilakan masyarakat maupun media terus menyoroti dan membicarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk hingga menjadi viral.

Namun, dia mengingatkan agar info nan beredar tetap berasas kebenaran dan tidak mengandung hoaks, fitnah, maupun kesengajaan memelintir informasi.

Menurut Sudaryono, MBG merupakan program nan menjadi perhatian publik sehingga wajar jika banyak dibahas di media nasional, maupun media sosial. Kendati demikian, dia berambisi setiap info nan disampaikan tetap mengedepankan kebenaran.

"Saya minta didukung ya, saya minta (dan) minta ya. Saya tahulah bahwa MBG (maupun) BGN ini tema nan besar kemudian ramai di mana-mana, di media maupun di sosmed. Jadi saya minta itu.. saya mengerti orang kemudian mudah sekali membikin sensasi dengan tema MBG. Gampang sekali. kemudian jadi viral mungkin jadi bangga," kata Sudaryono kepada wartawan di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan andaikan rumor mengenai MBG menjadi viral. nan terpenting, info nan disebarkan merupakan fakta.

"Tapi maksud saya, seviral apa pun nggak ada masalah. Tapi saya mau ya itu kemudian diberitakan alias diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran. Jangan sampai kita kemudian ada hoax, ada tuduhan ya kan kemudian ada misinterpretasi. Jadi sengaja misinterpretasi alias mungkin barangkali minta maaf kasarnya, (atau) jeleknya sabotase dan lain-lain, please lah ya," ujarnya.

Sudaryono mengatakan, BGN terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, dia berambisi pemberitaan maupun unggahan di media sosial tidak berisi info nan keliru.

"Ini kita kerja bareng, kerja semua dan saya minta semua, saya minta kepada awak media dan semuanya untuk kemudian secara arif dan betul ya, bukan kok saya ini kemudian nggak mau ditunjukkan sesuatu nan jelek, bukan! Tapi please lah jangan kemudian beritanya adalah buletin nan tidak benar. Itu saja," tegas dia.

Ia juga menilai seruan untuk menghentikan alias membubarkan MBG bukan merupakan corak kritik nan konstruktif.

"Kalau misalnya ada nan atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan misalnya 'hentikan alias bubarkan MBG', 'bubarkan BGN'. Saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan alias membubarkan BGN," ucapnya.

Sudaryono menuturkan, MBG merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto nan telah disampaikan sejak masa kampanye dan sekarang dijalankan pemerintah. Karena itu, konsentrasi BGN adalah memperbaiki tata kelola program agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden. Sehingga nan kita lakukan, fokusnya adalah perbaikan tata kelola, menyediakan gizi nan baik dan kondusif bagi anak-anak kita, bagi ibu hamil, menyusui, dan lansia. Serta memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian, khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan bakal diberikan kepada rakyat. Sekali lagi kami mendengarkan, I'm listening, we are listening," kata Sudaryono.

Menanggapi beragam persoalan nan sempat muncul, seperti dugaan keracunan maupun penipuan nan mengatasnamakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sudaryono mengaku telah menerima banyak laporan dan masukan.

"Ya sudah ada beberapa, saya sedikit banyak kan ngerti ya lantaran di awal-awal dulu waktu telaah MBG saya juga bagian dari orang nan terlibat. Kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan, lantaran memang mengenai rantai pasok dan lain-lain. Dan di situ banyak juga masukan-masukan, keluhan-keluhan dan saya mendengarkan itu," ujarnya.

Ia mengatakan beragam laporan tersebut berasal dari banyak pihak, termasuk kader partai, dan seluruhnya bakal menjadi bahan pertimbangan berbareng internal BGN.

"Selain itu saya juga adalah orang politik. Saya adalah Ketua Gerindra Jawa Tengah. Ya tentu saja kader-kader itu juga lapor. 'Ini begini Mas Dar, ini begini Mas Dar'. Ya tentu saja ini semua jadi... tapi semua info itu ada di (sambil menunjuk kepala) nan sudah saya catat, tinggal kelak kita elaborasi dengan internal dan juga kita menerima masukan dari eksternal," tuturnya.

Sudaryono juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak-pihak nan mengaku mempunyai kedekatan dengannya untuk memperoleh perlakuan unik alias untung tertentu.

"Jadi percayalah bahwa saya.. saya nyatakan di sini, jika ada orang nan ngaku-ngaku gitu ya misalnya ya, ngaku-ngaku saudaranya Sudar lah, ngaku family lah, ngaku kawan lah, ngaku siapa pun. Kemudian minta atensi lah, minta perlakuan unik lah, minta-minta duit lah, neken-neken internal kitalah, neken-neken SPPG lah, siapapun itu nan dia melakukan tindak perbuatan nan nggak benar, saya pastikan tidak ada hubungannya. Silakan dilaporkan saja ke pihak berwajib. Saya nggak bakal peduli siapapun itu," tegas Sudaryono.

Lebih lanjut, Sudaryono juga mengungkapkan pengarahan unik nan diberikan Presiden Prabowo kepada dirinya sebagai Kepala BGN, ialah memastikan program melangkah efektif, efisien, dan sigap menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Target unik ya efektif, efisien, cepat, sigap selesai gitu loh. Jadi Pak Presiden satu arahannya, you have to run into the problem. Kita kudu mau lari, kita selesaikan persoalan," ucap dia.

Ia mengatakan pengarahan tersebut dijalankan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan menggunakan logika sehat dalam setiap pengambilan keputusan.

"Caranya bagaimana? Caranya adalah love your people and use your common sense [Cintai orang-orangmu dan gunakan logika sehatmu]," pungkasnya.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya