Bos Bulog Tinggal Tunggu Keputusan Ini agar Bisa Jual Beras Kita

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog menargetkan produk Beras Kita SPHP, baik jenis Premium maupun medium, bisa langsung diluncurkan tak lama setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Agar pelaksanaannya tidak molor, Bulog mulai menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) sebelum keputusan resmi pemerintah diterbitkan.

Program ini merupakan bagian dari rencana pemerintah mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nan saat ini tersimpan di penyimpanan Bulog. Beras tersebut nantinya bakal diproses melalui skema rice to rice, ialah beras CBP diolah kembali menjadi beras komersial premium.

Karena kapabilitas penggilingan Bulog terbatas, perusahaan pelat merah tersebut menggandeng penggilingan padi swasta nan tergabung dalam Perpadi, untuk menyelesaikan sasaran tersebut dalam waktu sekitar empat bulan. Hasil akhirnya bakal dipasarkan sebagai Beras Kita SPHP Premium.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, konsep program tersebut tetap bakal dibawa ke Rakortas dalam waktu dekat setelah sebelumnya dibahas berbareng Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di instansi Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di instansi Kementan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

"Ini kita bakal giring ke Rakortas di hari Jumat. Jadi kemarin kan baru menghadap Pak Mentan, nah ini kita bakal konsepnya seperti itu ke depannya," kata Rizal dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Rizal memastikan peluncuran Beras Kita SPHP premium tidak bakal menghilangkan merek-merek beras premium Bulog nan sudah ada sebelumnya, seperti Befood. Menurutnya, Beras Kita hanya menjadi identitas baru agar produk beras pemerintah lebih mudah dikenali masyarakat.

"Tetap melangkah seperti biasanya saja, tidak ada perubahan. Cuman kan Beras Kita ini tujuannya untuk lebih memfamilierkan, lebih mudah dicerna oleh masyarakat sebagai berasnya pemerintah gitu, berasnya rakyat, maksudnya seperti itu," jelasnya.

"Kan ada Minyakita, ada Gula Manis Kita, beras juga ada Beras Kita agar lebih lebih mudah diterima oleh rakyat," lanjut dia.

Bulog pun berambisi produk tersebut bisa segera beredar setelah keputusan Rakortas keluar. Menurut Rizal, koordinasi dengan Perpadi sengaja dilakukan lebih awal agar penyelenggaraan di lapangan tidak perlu menunggu lagi setelah kebijakan ditetapkan.

"Ya kita targetkan lebih sigap lebih bagus, kami nunggu kelak kebijakan dari Rakortas. Nanti jika di Rakortas sudah ada keputusannya, makanya kita curi start nih. Dalam arti, kami langsung gandeng Perpadi agar lebih sigap kelak dilaksanakannya. Jadi kelak begitu diputuskan di Rakortas, jika bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional," ucap dia.

"Jadi tidak baru setelah diputuskan Rakortas kami baru mau diskusi, bukan. Tapi diawali obrolan dulu dengan teman-teman Perpadi, dengan pengusaha-pengusaha, begitu putusan Rakortas langsung bisa dieksekusi. Demikian harapannya," sambung Rizal.

Adapun mengenai sistem pengedaran Beras Kita SPHP Premium, Rizal mengatakan Bulog tetap menyusun skema teknis berbareng Perpadi. Pembahasan tersebut meliputi proses penggilingan, hasil samping pengolahan, hingga pola penyaluran ke masyarakat.

"Ya kelak kita sedang buat tim teknis kami dulu ya, kita bakal buat rapat teknis minggu-minggu ini mengenai dengan kelak skemanya seperti apa, kemudian teknis penggilingannya seperti apa, hasil sampingnya juga kelak seperti apa. Itu kelak bakal didiskusikan di rapat teknis besok dengan teman-teman Perpadi juga," pungkasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya