ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa pemadaman bergilir nan sempat terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa terjadi akibat keterbatasan pasokan batu bara dengan spesifikasi nan sesuai untuk pembangkit listrik perseroan.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa meski dari sisi jumlah produksi batu bara domestik tidak ada masalah, namun nan menjadi rumor ialah mengenai kebutuhan batu bara dengan kandungan kalori tertentu untuk pembangkit listrik perseroan.
Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir produksi batu bara nasional mengalami perubahan komposisi. Adapun, produksi batu bara berkalori rendah meningkat, sementara produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi justru menurun. Sementara pembangkit listrik PLN membutuhkan batu bara dengan kandungan kalori menengah hingga tinggi, alias 4.500 kcal/kg ke atas. Artinya, pasokan batu bara dengan spesifikasi nan dibutuhkan PLN itu secara volume menurun.
"Nah, memang kami mengakui secara volume ini batu bara produksi nasional untuk nan kalori rendah itu dulu adalah persentasenya lebih mini daripada kalori nan tinggi dulu. Tetapi sejalan dengan proses waktu, maka produksi batu bara kalori nan rendah itu meningkat, sedangkan produksi batu bara dengan kalori nan menengah dan tinggi semakin menurun," jelas Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Oleh lantaran itu, Kementerian ESDM berbareng PLN mengoreksi kondisi tersebut melalui penambahan pasokan batu bara kalori menengah hingga tinggi, ialah di atas 4.500 kcal/kg.
Darmawan menegaskan, tambahan pasokan tersebut menjadi solusi atas hambatan penyediaan daya listrik nan sempat terjadi di Pulau Jawa, sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan.
Menurut Darmawan, pihaknya telah mendapatkan tambahan pasokan batu bara sebesar 1,8 juta ton dari perjanjian nan sudah ada pada Juli 2026 ini, lampau ke depannya ada lagi tambahan sebanyak 3 juta ton batu bara per bulan selama Agustus-Desember 2026. Dengan demikian, diharapkan ini bisa menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
"Untuk tahun 2026 ini ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi ialah 4.500 (kcal/kg) ke atas nan dialokasikan unik untuk PLN dari Kementerian ESDM terutama dalam perihal ini Dirjen Minerba ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari Agustus sampai Desember," kata dia.
(ven/wia)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·