Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan kesiapan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) saat ini sudah tercukupi. Pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang batu bara.
Ia menyebut proses perjanjian melangkah sigap berkah koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan catatannya, sebanyak 152-154 juta ton batu bara untuk pembangkit listrik pada tahun ini telah terpenuhi.
"Kebutuhan batu bara untuk PT PLN (Persero) per tahun 152 juta (ton). Dan saat ini sudah ada penugasan lebih dari 200 juta. Dan kami sedang ini Bapak langsung melakukan kontrak. Dari 152 (juta) nyaris semuanya tercukupi Pak, saat ini sedang berproses Bapak dengan Pak Dirjen Minerba," ungkapnya di sela aktivitas Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dia menegaskan pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit PLN tersebut telah disesuaikan berasas kalori nan dibutuhkan oleh pihaknya. Penyesuaian pasokan batu bara nan dilakukan oleh pemerintah pun menjadi lebih dari 200 juta ton untuk tahun ini.
"Jadi kami mengucapkan apresiasi terima kasih atas support dari Pak Menteri ESDM kemudian juga Pak Dirjen Minerba, sehingga perjanjian untuk memenuhi 152 juta ton per tahun dengan spesifikasi nan sesuai dengan pembangkit baik milik PLN maupun milik mitra kami ini dalam proses nan sangat sigap sekali dan insya Allah terpenuhi Bapak," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan bahwa pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
"Udah kan teman-teman media udah dengar kan. Jadi jangan lagi ada orang membangun persepsi seolah-olah RKAB itu berakibat pada PLN. Ini Dirut PLN lantaran kita prioritaskan dalam negeri termasuk industri-industri lainnya ya," tegas Bahlil dalam kesempatan nan sama.
Pemerintah berencana melakukan relaksasi produksi secara terukur agar tetap sesuai dengan kebutuhan nasional. Adapun total tambahan produksi batu bara dari RKAB rencananya baru bakal diumumkan secara menyeluruh pada akhir tahun.
"Saya bakal mengumumkan kelak di akhir tahun saja tapi nan jelas bahwa untuk RKAB batu bara itu kita menjaga supply and demand. Saya kan sudah katakan bahwa kita bakal melakukan relaksasi nan terukur. Kita memprioritaskan terhadap kebutuhan dalam negeri," tutupnya.
Kebutuhan PLN
Sebelumnya, PT PLN (Persero) sempat membeberkan bahwa perusahaan bakal mendapatkan tambahan pasokan batu bara 16,8 juta ton hingga akhir tahun 2026. Hal itu demi memenuhi kebutuhan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nan sempat terkendala beberapa waktu lalu.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa mulai Agustus hingga Desember 2026, PLN bakal menerima tambahan pasokan sebesar 3 juta ton batu bara per bulan di luar perjanjian pasokan nan telah berjalan. Adapun, pada Juli 2026 ini PLN juga telah memperoleh tambahan alokasi batu bara sebesar 1,8 juta ton.
"Nah tentu saja kondisi ini secara berbareng sama terus kami jaga dan kami tingkatkan melalui program penguatan keandalan sistem nan telah direncanakan sesuai dengan pengarahan Menteri ESDM," kata Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).
Ia membeberkan, tambahan pasokan tersebut dikhususkan untuk batu bara dengan nilai kalori di atas 4.500 kcal/kg nan dibutuhkan pembangkit listrik PLN. Pasokan itu bisa meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa dengan tambahan daya bisa pasok sekitar 5 Giga Watt (GW), sehingga total daya bisa pasok meningkat dari sebelumnya 35,9 GW.
"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari Agustus sampai Desember, sehingga di sini ada penambahan kapabilitas daya bisa pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW, nan tentu saja ini membikin sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," katanya.
Menurut Darmawan, langkah tersebut dilakukan setelah PLN berbareng Kementerian ESDM mengevaluasi perubahan komposisi produksi batu bara nasional. Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir, produksi batu bara berkalori rendah meningkat, sementara produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi justru mengalami penurunan.
"Maka dari ini Kementerian ESDM dan PLN mengoreksi ini, dengan adanya unik pasokan batu bara dengan kalori menengah ke atas on top dari existing supply nan sudah ada," ujarnya.
(ven/wia)
Addsource on Google

16 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·