Ilustrasi(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat sedikitnya 15 kejadian karhutla terjadi sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026 dengan total luas area terbakar mencapai 109,96 hektare.
“Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan sangat tinggi, dan kami mencatat ada 15 kejadian hingga Juli 2026,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno di Surabaya, Selasa (21/7).
15 kejadian tersebut berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Ponorogo, Blitar, Situbondo, Bojonegoro, Trenggalek, Lumajang, Mojokerto, Jombang, dan Pasuruan.
Luasan kebakaran terbesar terjadi di Kabupaten Blitar nan mencapai 50 hektare, disusul Ponorogo sebanyak 15 hektare pada satu letak kejadian.
Menurut Satriyo, tren karhutla diperkirakan tetap bakal meningkat mengingat Jatim saat ini memasuki puncak musim kemarau. ” Potensi kebakaran rimba dan lahan meningkat,” katanya.
Pihaknya menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor andaikan menemukan titik api.
“Petugas sekarang disiapkan penuh khususnya wilayah nan potensi terjadi kebakaran hutan. Mereka bakal bergerak saat ada kebakaran dan melakukan pemadaman,” katanya. (FL)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·