BPBD Sumsel Kerahkan 4 Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Banyuasin

12 jam yang lalu 5
BPBD Sumsel Kerahkan 4 Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Banyuasin Foto udara api membakar lahan nan berada di sisi gerbang tol kramasan di Desa Ibul Besar I, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (26/7/2026).(ANTARA/NOVA WAHYUDI)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan empat helikopter pembom air (water bombing) untuk mengatasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Hingga saat ini, luas lahan nan terbakar di wilayah tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar delapan hektare.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa upaya pemadaman di area Rantau Bayur telah berjalan selama beberapa hari terakhir. Namun, hingga Rabu (29/7/2026), tim di lapangan tetap terus bekerja lantaran titik api belum sepenuhnya padam.

"Pemadaman lanjutan di wilayah Rantau Bayur, Banyuasin, tetap terus dilakukan. Per kemarin, lahan nan terbakar kian meluas hingga mencapai delapan hektare. Empat helikopter dikerahkan untuk pemadaman," ujar Sudirman di Palembang.

Berdasarkan info operasional, keempat helikopter tersebut telah melakukan enam sorti penerbangan dengan total 206 kali penyiraman air (water bombing) ke titik api. Meski intensitas pemadaman cukup tinggi, hingga akhir operasi pada Selasa (28/7), letak kebakaran terpantau tetap mengeluarkan asap.

Sudirman menambahkan bahwa lahan nan terbakar di Banyuasin tersebut teridentifikasi sebagai perkebunan milik perorangan, bukan milik perusahaan. Fokus utama saat ini adalah mencegah meluasnya akibat asap nan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

"Informasinya lahan perkebunan nan terbakar milik perorangan. Kita mengkhawatirkan asap dari karhutla itu dapat mengganggu kesehatan warga," jelasnya.

Penanganan Karhutla di OKI

Selain di Banyuasin, BPBD Sumsel juga membagi kekuatan dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing ke Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Di wilayah ini, luas lahan nan terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare.

Helikopter di wilayah OKI tercatat telah melakukan 46 kali water bombing. Hingga operasi harian berakhir, kondisi di letak Pangkalan Lampam dilaporkan tetap menyisakan asap tipis.

Pihak BPBD Sumsel menegaskan bakal terus melanjutkan pemantauan melalui patroli udara dan pengawasan titik panas (hotspot). Langkah ini diambil untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan api betul-betul padam total guna menghindari kebakaran susulan.

Selengkapnya