loading...
Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana. Foto: Istimewa
JAKARTA - Seluruh kementerian dan lembaga nan menjadi entitas pemeriksaan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (Ditjen PKN) I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan finansial Tahun 2025. Namun, BPK mengingatkan capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan nan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan," ujar Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana melalui keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, pemeriksaan laporan finansial bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap rupiah finansial negara dikelola secara akuntabel, transparan, dan memberikan faedah sebesar-besarnya bagi masyarakat. Keberhasilan seluruh kementerian dan lembaga memperoleh opini WTP menunjukkan laporan finansial telah disajikan secara wajar dalam semua perihal nan material sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.
Baca juga: BPK Soroti 6 Tantangan Menuju Government 5.0 demi Indonesia Emas 2045
Namun, kata dia, capaian tersebut kudu menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan finansial negara, bukan sekadar memenuhi sasaran administratif. Adapun dia telah menyerahkan LHP atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2025 pada entitas pemeriksaan di lingkungan Ditjen PKN I BPK belum lama ini.
Dalam LHP nan disampaikan, BPK memberikan sejumlah rekomendasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan tata kelola finansial dan sistem pengendalian intern, penataan serta optimasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), hingga peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan penyelenggaraan kontrak. BPK juga mendorong seluruh entitas segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut agar kualitas pengelolaan finansial negara terus meningkat.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·