Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) senantiasa berkomitmen mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli dengan program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan.
Adapun kick-off program ini dilaksanakan di Heelung District Fishermen's Association, Keelung City, Taiwan, pada Minggu (26/7/2026) dan diikuti oleh 50 PMI dari beragam wilayah di Indonesia. Lewat program ini, para peserta memperoleh beragam training nan dirancang secara praktis dan aplikatif.
Adapun training nan diberikan mulai dari membangun mindset kewirausahaan dan pengesahan buahpikiran bisnis, literasi finansial serta pengelolaan remitansi, penyusunan business plan, manajemen upaya nan mencakup aspek produksi, pemasaran, dan keuangan, hingga branding serta pemasaran digital. Selain memperoleh pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan upaya secara modular agar rencana upaya nan disusun dapat diimplementasikan dan berkembang secara berkelanjutan.
Tidak hanya meningkatkan kapabilitas kewirausahaan, program ini juga bermaksud membangun jejaring upaya antarsesama PMI, memperkuat literasi keuangan, serta mengarahkan tabungan dan remitansi menjadi modal upaya produktif. Program ini juga memperkenalkan beragam jasa BRI nan dapat dimanfaatkan peserta, mulai dari jasa remitansi, tabungan, hingga akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai support dalam mengembangkan upaya setelah kembali ke Indonesia.
Salah satu PMI nan mengikuti aktivitas ini adalah Sevi Astinih, wanita asal Indramayu, Jawa Barat. Bagi Sevi, mengikuti program tersebut menjadi pengalaman nan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperluas jejaring dengan sesama PMI nan mempunyai semangat dan tujuan nan sama.
"Adanya aktivitas ini sangat menyenangkan lantaran kami mendapat banyak pengalaman dan teman-teman baru sesama PMI di Taiwan. Melalui aktivitas ini, kami belajar gimana mengelola pendapatan, menyusun perencanaan keuangan, hingga memahami pentingnya investasi dan tabungan. Semua materi nan diberikan sangat berfaedah bagi kami," tutur Sevi dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (30/7/2026).
Di samping itu, Sevi merasakan bahwa materi nan diberikan betul-betul menjawab kebutuhan para pekerja migran. Bekal pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, investasi, dan penyusunan rencana upaya semakin menguatkan tekadnya untuk kembali mengembangkan upaya nan sempat tertunda di Indonesia.
"Saya mempunyai cita-cita untuk kembali mengembangkan upaya saya di Indonesia nan sempat tertunda. Semoga teman-teman PMI lainnya juga semakin termotivasi. Saya merasa senang lantaran BRI Peduli bukan hanya datang mendukung kami selama bekerja di luar negeri, tetapi juga mempersiapkan kehidupan kami setelah kembali ke Indonesia," ujar Sevi.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa pemberdayaan PMI merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan akibat sosial nan berkepanjangan melalui penguatan kapabilitas ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk mereka nan bekerja di luar negeri.
"BRI meyakini bahwa remitansi nan dihasilkan oleh para PMI tidak hanya menjadi sumber penghidupan keluarga, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun upaya nan produktif dan berkelanjutan," ujar Dhanny.
Lebih lanjut, Dhanny menambahkan, program pemberdayaan ini dibangun dengan prinsip bahwa remitansi perlu dikelola sebagai instrumen kemandirian ekonomi, bukan semata untuk konsumsi. Oleh lantaran itu, BRI mendorong para PMI agar bisa menyusun rencana upaya nan terukur, mempunyai nilai tambah, diferensiasi produk, serta bisa memitigasi akibat upaya sehingga dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Kami berambisi wadah ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta. Melalui inisiatif ini, BRI mau mendorong Pekerja Migran Indonesia tidak hanya sukses selama bekerja di luar negeri, tetapi juga siap menjadi wirausahawan berdikari nan bisa menciptakan lapangan kerja dan memberikan faedah bagi masyarakat di wilayah asalnya," pungkas dia.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

36 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·