BRIN Kembangkan Malapari sebagai Bahan Baku Biodiesel dan SAF dari Lahan Kritis

2 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
BRIN Kembangkan Malapari sebagai Bahan Baku Biodiesel dan SAF dari Lahan Kritis Malapari nan dikembangkan BRIN sebagai bahan baku Biodiesel dan SAF dari lahan kritis.(Dok. BRIN)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan tanaman malapari (Pongamia pinnata) sebagai sumber daya terbarukan nan berpotensi menjadi bahan baku biodiesel hingga sustainable aviation fuel (SAF). Tanaman ini dinilai mempunyai kelebihan lantaran dapat tumbuh di lahan kritis dan sekaligus membantu rehabilitasi lahan terdegradasi.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Danu, mengatakan malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati nan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Menurutnya, minyak dari tanaman tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

"Malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati nan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Bahkan, minyaknya juga mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkepanjangan alias sustainable aviation fuel (SAF)," ujar Danu, Selasa (14/7). 

Ia menjelaskan, salah satu kelebihan malapari adalah kemampuannya tumbuh di lahan kritis maupun lahan marginal nan tidak produktif untuk tanaman pangan. Sistem perakarannya mempunyai bintil akar nan bisa mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah.

Selain menghasilkan minyak untuk bioenergi, nyaris seluruh bagian tanaman malapari juga mempunyai nilai ekonomi. Bungkil hasil ekstraksi biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sedangkan daunnya tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk skin care melalui kerjasama riset dengan industri.

Untuk mempercepat hilirisasi, BRIN menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan instansi. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pembangunan rantai pasok malapari secara berkelanjutan.

"Kami mengembangkan penanaman Malapari di beberapa letak sebagai sumber bahan baku (feedstock). Pengembangannya dilakukan secara paralel dengan pembangunan akomodasi pengolahan sehingga ketika pasokan bahan baku sudah tersedia, industri pengolahannya juga telah siap beroperasi," kata Danu.

Menurut dia, BRIN juga berfokus menghasilkan bibit unggul malapari dengan produktivitas tinggi sebagai fondasi pengembangan area produksi. Tahap awal dilakukan melalui pembangunan area inti sebelum diperluas melalui kemitraan dengan masyarakat.

Danu mengatakan tim peneliti BRIN telah sukses menghasilkan biodiesel berbahan baku malapari. Tingginya minat perusahaan, termasuk dari Jepang, menunjukkan kesempatan besar tanaman original Indonesia tersebut untuk berkembang sebagai komoditas bioenergi di pasar global.

"Kami telah sukses menghasilkan biodiesel dari Malapari. Harapannya, masyarakat semakin mengenal tanaman ini dan tertarik untuk ikut mengembangkannya. Bahkan, minat dari perusahaan-perusahaan luar negeri, termasuk Jepang, terhadap Malapari sudah cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa tanaman nan tumbuh di Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi komoditas bioenergi nan kompetitif di tingkat global," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya