BRIN Sudah Kembangkan Reaktor Nuklir Mini, Segini Kapasitasnya

3 jam yang lalu 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan telah mengembangkan teknologi Small Modular Reactor (SMR) alias reaktor nuklir modular mini nan siap ditawarkan untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik. Dia mengatakan untuk membikin proyek itu dibutuhkan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.

Arif menjelaskan, SMR nan dikembangkan BRIN mempunyai kapabilitas sekitar 50 megawatt (MW). Kapasitas itu memang lebih mini dibandingkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) konvensional.

"Kecil tetap sekitar 50 megawatt. Tapi memang namanya small, paling tidak kita punya teknologinya," kata Arif, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (7/8/2026).

Dia menjelaskan kreasi teknologi SMR nan telah siap, termasuk untuk reaktor generasi ketiga maupun keempat nan dinilai mempunyai tingkat keselamatan nan tinggi. Sehingga saat ini menunggu pihak nan berkeinginan mengangkat teknologi tersebut, lantaran penerapan itu memerlukan support investasi.

"Tapi BRIN juga siap dengan dua level: satu generasi tiga, dua generasi empat. Nah, dengan dua generasi nan sudah kita siapkan ini, ini tinggal nunggu siapa nan bakal pakai teknologinya BRIN ini. Karena untuk itu kan butuh investasi. Berapa investasinya? Rp2,5 triliun. Itu kecil, tidak besar. Kalau kita mau coba, ya, BRIN sudah siap untuk itu," tuturnya.

Meskipun begitu, BRIN tetap terus menyempurnakan kreasi dan model SMR sebagai bagian dari pengembangan teknologi nuklir nasional. Di sisi lain, riset teknologi nuklir BRIN saat ini juga difokuskan untuk mendukung sektor nonkelistrikan.

"Yang jelas, BRIN untuk teknologi nuklir nan berangkaian dengan daya ya itu SMR nan sedang kita siapkan desainnya, modelnya. Namun nan sekarang kita arahkan adalah pemanfaatannya untuk pangan dan kesehatan," katanya.

Dia menyebut penggunaan teknologi nuklir untuk sektor kesehatan seperti radiofarmaka untuk identifikasi penyakit kanker. Selain itu juga untuk metode pengawetan buah-buahan agar lebih lama ketika mau melakukan ekspor.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya