Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sasaran defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 akan mengakomodir tambahan kebutuhan shopping negara.
Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan dalam pembicaraan pembukaan KEM-PPKF pada Mei 2026, pemerintah dan DPR telah menyepakati sasaran defisit APBN 2027 berada pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Namun, setelah arsip tersebut dibahas lebih lanjut oleh kementerian/lembaga (K/L) mengenai berbareng komisi-komisi di DPR, muncul beragam usulan tambahan shopping serta program baru nan berakibat pada kebutuhan pembiayaan pemerintah.
"KEM-PPKF kan sudah disampaikan ke DPR, kemudian dibahas kementerian-lembaga dengan komisi-komisi di DPR. Dalam pembahasan itu kan ada aspirasi, ada usulan tambahan, juga ada program-program baru dan sebagainya, tentunya kita berambisi masukan dari publik ini bisa melengkapi dan memperbaiki," kata Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU RUU APBN 2027, Kamis (6/8/2026).
Karena adanya tambahan kebutuhan shopping tersebut, Rofyanto menyebut pemisah bawah sasaran defisit APBN 2027 berpotensi meningkat dari nomor nan telah disepakati sebelumnya.
"Meskipun kemarin defisitnya kita siapkan 1,8% sampai 2,4%, namun ini sepertinya bergerak di atas 1,8%," terang Rofyanto.
Namun, pihaknya belum mengungkapkan besaran pasti sasaran defisit APBN 2027. Menurutnya, pemerintah tetap memfinalisasi nomor tersebut sebelum diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Target defisit APBN 2027 beserta Nota Keuangan bakal disampaikan Presiden dalam pidato penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2027 di hadapan DPR pada 14 Agustus 2026.
"Kalau nomor nan pastinya, itu kan kelak bakal disampaikan oleh Pak Presiden dalam pidato 14 Agustus mendatang. Tapi nan pasti kan lebih tinggi dari 1,8%, lantaran untuk menampung tadi ya, tambahan belanja, aspirasi, dan sebagainya," ujar Rofyanto.
(chd/mij)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·