BRIN Ungkap Potensi Uranium di Indonesia Capai 89 Ribu Ton

3 jam yang lalu 4

loading...

Presiden Prabowo Subianto mendapat paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari BRIN di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Terungkap Indonesia mempunyai potensi uranium hingga 89 ribu ton. Foto/BPMI Setpres

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendapat paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum berjumpa dengan 150 peneliti BRIN di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Terungkap bahwa Indonesia mempunyai potensi uranium hingga 89 ribu ton.

Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri saat Presiden Prabowo mengunjungi booth teknologi nuklir. Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi Kepala BRIN Arif Satria serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Baca juga: 4 Daerah Penghasil Uranium di Indonesia, Kalimantan Paling Banyak

Syaiful menjelaskan bahwa riset nuklir BRIN tidak hanya difokuskan untuk sektor daya melalui persiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tetapi juga dimanfaatkan untuk sektor pangan dan kesehatan.

"Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non-energi mengenai pangan dan kesehatan," kata Syaiful.

Dalam paparannya, dia juga mengungkapkan Indonesia mempunyai potensi bahan baku nuklir nan besar untuk mendukung pengembangan PLTN.

Selengkapnya