Konjungsi bulan sabit dan Planet Venus.(Dok. magnific)
LANGIT senja pada Jumat (17/7) bakal dihiasi oleh kejadian konjungsi Bulan sabit muda dan planet Venus nan tampak berdampingan di ufuk barat. Fenomena astronomi ini dapat disaksikan langsung dengan mata bugil dari seluruh wilayah Indonesia segera setelah Matahari terbenam, asalkan kondisi cuaca cerah.
Berdasarkan info nan dihimpun, Bulan bakal berada pada fase sabit muda dengan tingkat pencahayaan sekitar 16%. Meski tampak sangat dekat dari perspektif Bumi, kedua barang langit ini sebenarnya terpisah jarak jutaan kilometer. Peristiwa ini murni merupakan pengaruh visual akibat posisi orbit Bulan dan Venus nan berada pada garis pandang nan searah.
Waktu Terbaik Pengamatan
Masyarakat nan mau menyaksikan pemandangan ini disarankan mulai memantau langit barat sekitar 20 hingga 45 menit setelah Matahari terbenam. Venus bakal muncul sebagai objek paling terang menyerupai bintang, alias nan sering dijuluki sebagai "Bintang Kejora", tepat di samping lengkungan tipis Bulan.
Untuk mendapatkan pandangan terbaik, pilihlah letak dengan alam barat nan terbuka tanpa penghalang gedung tinggi alias pohon, serta minim polusi cahaya. Kejernihan langit bakal sangat menentukan kualitas visual dari kejadian ini.
Fenomena Earthshine
Selain konjungsi, pengamat juga berkesempatan memandang earthshine alias sinar Bumi. Fenomena ini ditandai dengan munculnya sinar redup nan menyinari bagian gelap Bulan, sehingga seluruh piringan Bulan tampak terlihat samar meski hanya sebagian mini nan terkena sinar Matahari langsung.
Earthshine terjadi lantaran Bumi memantulkan kembali sinar Matahari ke permukaan Bulan. Kombinasi antara terangnya Venus, sabit tipis Bulan, dan pengaruh earthshine diprediksi bakal menjadi salah satu pemandangan langit paling artistik sepanjang bulan Juli.
Tips Mengabadikan Momen
Fenomena ini sangat ramah bagi ahli foto amatir lantaran dapat diabadikan hanya dengan menggunakan kamera ponsel alias kamera digital sederhana. Penggunaan latar depan (foreground) seperti siluet pegunungan alias gedung ikonik dapat menambah nilai artistik pada foto nan dihasilkan.
Meskipun konjungsi serupa terjadi beberapa kali dalam setahun, setiap pertemuan mempunyai karakter visual nan berbeda. Masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan momen cuma-cuma ini sebagai sarana edukasi astronomi sekaligus intermezo visual di akhir pekan.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·