Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah teriknya mentari Blora, terdapat salah satu perspektif warung sederhana nan legendaris. Warung tersebut mempunyai karakter unik berupa aroma kuah santan kental nan gurih meruyak ke udara dan aroma itu juga bercampur wangi unik daun pisang nan menjadi dasar makan.
Tepat pada Jumat siang, 17 Juli 2026, warung legendaris ini menjadi saksi bisu pertemuan antara Bupati Blora, Arief Rohman dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, nan datang jauh-jauh dari Jakarta berbareng rombongan. Hadir pula dalam pertemuan tersebut ialah Direktur PEM Akamigas Cepu, Erdila Indriani.
Di saat kepala wilayah lainnya menjamu tamu agung di ruang VIP hotel berbintang alias restoran umum dengan protokoler ketat, Bupati Arief justru memboyong rombongan pejabat kementerian ini ke sebuah warung lokal: Lontong Opor Pak Pangat Ngloram. Bagi Arief Rohman, meja makan di warung rakyat adalah ruang diplomasi terbaik.
"Dari tampilannya saja ini sudah menggugah selera. Berasa suasana Lebaran terus jika kulineran Lontong Opor Pak Pangat Ngloram ini," seloroh Bupati Arief di sela-sela suapannya, ditulis Sabtu (18/7/2026).
Bagi orang nomor satu di Blora ini, membujuk tamu krusial makan di warung lokal bukan sekadar urusan mengisi perut kosong. Langka ini adalah strategi matang nan dia sebut sebagai diplomasi kuliner. Sebuah strategi gerilya untuk mempromosikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Blora langsung ke jantung kreator kebijakan nasional.
"Kami mau setiap tamu nan datang ke Blora tidak hanya membawa kesan baik terhadap wilayah ini, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner dan produk-produk UMKM nan dimiliki masyarakat. Ketika mereka menikmati dan memberikan apresiasi, secara tidak langsung mereka ikut menjadi duta promosi bagi Blora," jelas Arief.
Arief percaya bahwa pengalaman sensorik ialah merasakan langsung kelezatan makanan di tempat asalnya jauh lebih membekas di ingatan daripada pamflet wisata setebal apa pun. Ketika ingatan itu melekat, dia bakal beralih bentuk menjadi cerita nan dibawa pulang ke ibu kota, membuka pintu kesempatan investasi, hingga memperluas pasar bagi para perajin rasa di tingkat lokal.
Ketika Opor Lain "Gugur Sebelum Semifinal"
Strategi "menaklukkan" lidah pejabat ini tampaknya sukses total. Ahmad Erani Yustika nan terbiasa dengan jamuan formal, sekarang tampak begitu menikmati hidangan tradisional di depannya. Pujian pun meluncur spontan dari mulut Sekjen Kementerian ESDM.
"Dulu saya membayangkan jika opor nan lezat itu berasal dari tempat kelahiran saya alias dari kabupaten/kota lain," kata Erani.
"Tapi setelah merasakan langsung Lontong Opor Pak Pangat Ngloram, ini nan paling top. nan lain gugur sebelum semifinal!" lanjut dia nan diikuti oleh gelak tawa seisi warung.
Secara detail, Erani memuji tekstur makanan nan disajikan. Ia menilai, lontong nan disediakan warung tersebut tidak terlalu padat sehingga sangat enak, kemudian dipadukan dengan opor nan rasanya luar biasa.
Apresiasi jujur dari seorang pejabat pusat ini jelas menjadi angin segar sekaligus suntikan modal psikologis nan luar biasa bagi pelaku UMKM kuliner di Blora. Pengakuan ini menegaskan bahwa cita rasa lokal Blora tidak kalah saing dengan kuliner kota-kota besar.
Menjaga Fondasi Ekonomi Rakyat Bagi Pemerintah Kabupaten Blora
Lontong Opor Pak Pangat hanyalah satu dari ribuan potret UMKM nan sedang didorong untuk "naik kelas". Pemerintah Kabupaten Blora menyadari betul bahwa UMKM adalah pilar utama nan menjaga nadi perekonomian penduduk tetap berdenyut.
Oleh lantaran itu, support nan diberikan tidak berakhir di meja makan Pak Pangat saja. Pemkab Blora secara paralel terus menggenjot program pemberdayaan. Di antaranya melalui pendampingan upaya dan training berkala, fasilitasi kemudahan perizinan, penguatan branding dan digitalisasi pemasaran, serta membuka akses promosi di beragam event wilayah hingga kancah nasional.
Lebih jauh, Arief Rohman menegaskan bahwa kemajuan Blora tidak boleh hanya diukur dari megahnya proyek prasarana fisik, melainkan juga dari seberapa berkekuatan ekonomi masyarakatnya.
Berbekal sepiring lontong opor ayam kampung nan hangat, Blora sedang mengirimkan pesan ke tingkat nasional. Dalam perihal ini, di ujung Jawa Tengah, ada rasa nan berkelas, ada UMKM nan tangguh, dan ada keramahan nan selalu siap menyambut siapa saja nan datang.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 hari yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·