Bupati Klaten Sambung Rasa di Kelurahan Kabupaten, Warga Persoalkan Masalah Sampah

3 hari yang lalu 8
Bupati Klaten Sambung Rasa di Kelurahan Kabupaten, Warga Persoalkan Masalah Sampah Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melakukan pertemuan sambung rasa dengan warga.(MI/Djoko Sardjono)

BUPATI Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melakukan pertemuan sambung rasa dengan penduduk masyarakat Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jumat (17/7).

Sambung rasa Bupati Klaten nan berjalan di Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, dihadiri Ketua DPRD, Plt Sekda, Kepala Perangkat Daerah (OPD), dan Forkopimcam Klaten Tengah.

Dalam sambung rasa tersebut, banyak masalah nan disampaikan penduduk masyarakat kepada Bupati Klaten, di antaranya nan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah wilayah adalah masalah sampah.

Seperti disampaikan oleh Supardi, Ketua RT 1 Tegal Blateran, bahwa penduduk saat ini mengalami kesulitan mengatasi masalah sampah. Karena, sarana dan prasarana nan ada di kampung ini sangat terbatas.

“Untuk penanganan masalah sampah di Kampung Tegal Blateran, dalam kesempatan ini kami minta support kepada Mas Bupati kendaraan (mobil) pikup untuk pikulan sampah,” ujar Supardi.

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menanggapi masalah sampah nan disampaikan Ketua RT 1 Tegal Blateran, bahwa masalah sampah tidak hanya terjadi di Klaten, tetapi juga di kabupaten lain.

Untuk mengurangi sampah, tentu dibutuhkan kerjasama dengan stakeholter. Pun, peran serta dan komitmen dari masyarakat sangat diharapkan dalam penanganan masalah sampah ini.

Dalam upaya mengatasi sampah, pemerintah wilayah terus giat melaksanakan sosialisasi dan edukasi masyarakat dari tingkat RT/RW hingga PKK, dan beberapa desa sekarang dinyatakan sudah klir.

Terkait permintaan mobil sampah nan disampaikan Ketua RT 1 Tegal Blateran di forum sambung rasa, Hamenang mengatakan bahwal permintaan itu bakal dikaji dahulu, mungkin di tahun anggaran 2027.   

“Volume sampah di Kabupaten Klaten per hari mencapai 600 ton. Sedangkan volume sampah nan tertangani di tempat pemrosesan akhir (TPA) Troketon sekitar 200 ton per hari,” ungkapnya. (E-2)

Selengkapnya