Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (kanan)(MI/Arnoldus Dhae)
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan perhatian serius terhadap tragedi pengeroyokan massal nan menewaskan seorang laki-laki berinisial IKD di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Sanjaya secara tegas meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan tindakan main pengadil sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada abdi negara penegak hukum.
Menanggapi peristiwa memilukan tersebut, Sanjaya menyampaikan rasa duka cita nan mendalam kepada family almarhum. Ia menilai kehilangan nyawa dalam kondisi seperti ini merupakan duka bagi seluruh masyarakat Tabanan.
”Sebagai Bupati Tabanan sekaligus bagian dari masyarakat, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua,” ujar Sanjaya dalam keterangannya.
Pesan Bupati: Hukum Harus Menjadi Panglima
Sanjaya menekankan bahwa tragedi ini kudu menjadi pengingat keras bagi seluruh komponen masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum. Ia mengimbau agar penduduk tidak mudah terprovokasi alias mengambil tindakan pemberontak meskipun dalam situasi nan memicu emosi.
Menurutnya, tindakan main pengadil sendiri tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban sosial nan selama ini dijaga di Kabupaten Tabanan. Ia berambisi pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini secara transparan dan adil.
Konteks Peristiwa:
Korban IKD dikeroyok massa setelah diduga melakukan pencurian ayam. Belakangan terungkap kebenaran pilu bahwa korban berasal dari family miskin dan diduga terdesak kebutuhan biaya sekolah (SPP) anaknya nan bakal memasuki tahun aliran baru.
Atensi Terhadap Keluarga Korban
Selain konsentrasi pada aspek hukum, Bupati Sanjaya juga meletakkan perhatian pada kondisi ekonomi family nan ditinggalkan. Mengingat almarhum IKD merupakan tulang punggung family nan sedang kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya, Pemerintah Kabupaten Tabanan diharapkan dapat memberikan skema support nan tepat.
Langkah Bupati ini sejalan dengan gelombang simpati nan datang dari beragam pihak, termasuk Anggota DPD RI Dapil Bali Arya Wedakarna (AWK) nan telah menyatakan kesiapan membiayai pendidikan anak korban hingga jenjang perguruan tinggi. Berbagai lembaga kemanusiaan dan perusahaan juga telah menyalurkan support kebutuhan pokok ke rumah duka.
Sanjaya berambisi kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Ia membujuk tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk lebih proaktif dalam melakukan edukasi norma serta memperkuat sistem keamanan lingkungan tanpa kudu mengabaikan prosedur norma nan berlaku. (Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·