ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mencatat pengelolaan persediaan jagung pemerintah (CJP) tak kunjung mencapai target.
Pada 2025, CJP hanya terealisasi 101,8 ribu ton alias setara 10% dari sasaran 1 juta ton. Sementara itu, hingga 6 Juli 2026, realisasinya baru sebanyak 190 ribu ton alias 19% dari sasaran 1 juta ton.
"Kalau kita tidak bisa menyelesaikan urusan jagung, urusan apapun tidak bisa kita selesaikan, ini contoh saja," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Bappenas menegaskan, penguatan persediaan jagung pemerintah ini telah ditetapkan dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang pengadan dan pengelolaan jagung dalam negeri serta penyaluran persediaan jagung pemerintah 2026-2029.
Di dalamnya Bappenas bekerja untuk memastikan kebijakan pengadaan dan pengelolaan jagung di dalam negeri, serta menyalurkan CJP selaras dengan rencana kerja pemerintah.
Untuk itu, Bappenas kata Rachmat telah mengintegrasikan penugasan Inpres dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun Anggaran 2025 maupun 2026 bersamaa dengan Program Prioritas Pangan.
Selain itu, turut menyelaraskan aktivitas prioritas pengelolaan persediaan pangan beserta pengawalannya melalui siklus perencanaan pembangunan.
Bappenas juga telah memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada kementerian alias lembaga mengenai untuk memperkuat CJP.
Pertama, mendorong percepatan pencapaian sasaran pengadaan persediaan jagung pemerintah, terutama mengenai kebijakan nilai pembelian pemerintah, tingkat kandungan air, dan kerja sama pengeringan.
Kedua, optimasi pemanfaatan CJP, terutama penyaluran dan agunan nilai bagi petani dan stabilisasi harga, baik pangan maupun pakan.
Ketiga, menambahkan jumlah pengadaan persediaan jagung pemerintah ke dalam Rancangan RKP 2027.
"Ini kan terukur sekali baru tercapai 10% dan 19% dari sasaran jadi ini kudu ada perbaikan mendasar," ungkap Rachmat Pambudy.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·