Ilustrasi(Dok Istimewa)
CHIEF de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merespons positif permintaan tim panahan nan mau berangkat lebih awal ke Jepang agar mempunyai waktu beradaptasi dan menjajal lapangan resmi sebelum bertanding.
Langkah itu diambil setelah CdM Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, melakukan visitasi ke bagian olahraga panahan di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (21/7).
Pihaknya menegaskan bakal membahas secara unik usulan tersebut berbareng tim panahan untuk mendata dan memfasilitasi seluruh kebutuhan nonteknis setiap bagian olahraga semaksimal mungkin menjelang keberangkatan.
"Nanti setelah ini kita berbincang secara serius, kira-kira apa lagi kebutuhan-kebutuhan nonteknis nan berangkaian dengan keberangkatan. Misalnya ada request lebih awal daripada nan ditentukan, itu kelak bakal kita persiapkan," ujar Todotua kepada pewarta.
Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian visitasi ke beragam bagian olahraga nan bakal tampil di Asian Games Aichi Nagoya 2026.
Tujuannya adalah memastikan para atlet dan ofisial dapat konsentrasi menjalani persiapan tanpa kudu terbebani oleh urusan di luar pertandingan. Todotua meyakinkan bahwa urusan logistik di Jepang sepenuhnya menjadi tanggung jawab CdM.
"Teman-teman atlet dan ofisial tidak perlu khawatir. Persiapan maksimal di sini, kelak segala urusan organizing di sana menjadi tanggung jawab kami sebagai CDM," kata Todotua.
Dengan waktu nan tetap tersisa sekitar 60 hari sebelum multiajang olahraga terbesar di Asia tersebut dimulai, seluruh aspek nonteknis seperti akomodasi dan transportasi dinilai tetap sangat mungkin untuk dimatangkan.
"Masih ada waktu kurang lebih sekitar 60 hari ke depan. Persiapan nan berangkaian dengan akomodasi, transportasi, dan persiapan nonteknis itu bisa kita support secara maksimal," ujarnya.
Todotua juga menggarisbawahi bahwa konsentrasi utama dari CdM bukanlah mencampuri program latihan internal masing-masing bagian olahraga. Peran mereka adalah memastikan seluruh kebutuhan pendukung terpenuhi agar performa atlet di lapangan bisa optimal.
"Kita tinggal gimana urusan memaksimalkan para atlet dan ofisial itu berangkat, sampai di sana, bertanding, dan juga kembali," tandasnya.
Sebelum usulan ini bergulir, Sekretaris Jenderal PB Perpani Irawadi Hanafi memang telah meminta agar tim panahan dapat diberangkatkan lebih cepat, tepatnya pada 22 September.
Permintaan itu didasari oleh agenda pembukaan lapangan latihan resmi nan sudah dimulai pada 22-23 September. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·