Berbeda dengan balsem alias krim pereda nyeri nan umumnya memberikan sensasi hangat, pendekatan cold therapy memberikan sensasi dingin nan banyak digunakan dalam penanganan cedera akut.(Istimewa)
MENINGKATNYA minat masyarakat Indonesia terhadap style hidup aktif melalui olahraga seperti lari, bersepeda, hingga latihan berintensitas tinggi seperti HIIT dan Hyrox turut diikuti tantangan baru, ialah meningkatnya akibat cedera otot dan nyeri sendi. Bagi banyak orang, cedera menjadi penyebab terhentinya rutinitas olahraga lantaran proses pemulihan nan memerlukan waktu dan penanganan nan tepat.
Perhatian terhadap pemulihan cedera olahraga pun semakin meningkat. Salah satu pendekatan nan sekarang semakin banyak digunakan adalah cold therapy alias terapi dingin, nan membantu meredakan nyeri dan peradangan pada fase awal cedera sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan seseorang dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Cold therapy juga mulai diadopsi dalam beragam produk pereda nyeri. Salah satunya melalui peluncuran X-Cool Pain Reliever Gel oleh PYFAHEALTH, produk berbentuk gel nan dikembangkan dengan teknologi asal Eropa untuk membantu meredakan nyeri otot dan sendi pada masyarakat nan aktif berolahraga.
Associate Vice President Marketing & Innovation PYFA, Adi Prabowo, mengatakan cedera otot dan nyeri sendi tetap menjadi salah satu halangan nan membikin banyak orang kesulitan menjaga konsistensi berolahraga. Karena itu, perusahaan menghadirkan produk nan dirancang praktis dan mudah digunakan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat nan menjalani style hidup aktif.
"Cedera otot dan nyeri sendi kerap menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk konsisten menjalankan style hidup aktif. Melalui X-Cool Pain Reliever Gel, kami menghadirkan solusi berteknologi Eropa nan teruji klinis, sehingga masyarakat dapat pulih lebih sigap dan kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir," ujar Adi.
Berbeda dengan balsem alias krim pereda nyeri nan umumnya memberikan sensasi hangat, pendekatan cold therapy memberikan sensasi dingin nan banyak digunakan dalam penanganan cedera akut. Metode ini membantu mengurangi nyeri sekaligus meredakan peradangan pada fase awal cedera otot maupun sendi.
X-Cool memadukan methylsulfonylmethane (MSM) nan dikenal mempunyai sifat antiinflamasi, menthol sebagai pemberi sensasi dingin, serta peppermint oil dan eucalyptus oil nan membantu memberikan rasa nyaman sekaligus relaksasi pada otot. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu meredakan nyeri, mendukung proses pemulihan, dan mengembalikan mobilitas tubuh sehingga aktivitas dapat kembali dilakukan secara lebih optimal.
PYFAHEALTH juga mengutip hasil penelitian nan dipublikasikan dalam The American Journal of Sports Medicine melalui studi Efficacy of Cold Gel for Soft Tissue Injuries karya Airaksinen O. dan tim. Penelitian tersebut melaporkan bahwa penggunaan formula cold gel bisa menurunkan tingkat nyeri secara lebih signifikan dibandingkan golongan placebo sejak minggu pertama penggunaan.
Efek tersebut juga dilaporkan tetap konsisten selama masa rehabilitasi hingga minggu keempat, menunjukkan bahwa terapi dingin tidak hanya bekerja pada fase akut, tetapi juga mendukung proses pemulihan jaringan otot dan sendi.
Bagi atlet maupun masyarakat nan aktif bergerak, pemulihan nan optimal menjadi bagian krusial untuk menjaga konsistensi berolahraga. Penanganan cedera nan tepat tidak hanya membantu mengurangi intensitas nyeri, tetapi juga dapat mempercepat proses rehabilitasi sehingga aktivitas bentuk dapat kembali dilakukan dengan lebih kondusif dan nyaman.
Melalui peluncuran X-Cool Pain Reliever Gel, PYFAHEALTH berambisi dapat memperluas pilihan penanganan cedera otot dan nyeri sendi bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan menilai cedera tidak semestinya menjadi argumen untuk menghentikan kebiasaan berolahraga, melainkan kondisi nan perlu ditangani dengan tepat agar proses pemulihan berjalan lebih optimal dan style hidup aktif tetap dapat dijalani. (E-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·