Chaos! Demonstrasi Tuntut Petahana Mundur Menggila-Korban Berjatuhan

18 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerakan anak muda India nan menamakan diri Cockroach Janta Party (CJP) namalain Partai Kecoa memastikan tindakan protes mereka bakal tetap bersambung meski tidak lagi menggelar pawai menuju parlemen. Keputusan itu diambil sehari setelah bentrok dengan abdi negara kepolisian di New Delhi menyebabkan ratusan orang terluka, termasuk petugas keamanan dan demonstran.

Kelompok nan awalnya muncul sebagai aktivitas satire di media sosial itu sekarang menjelma menjadi salah satu tantangan politik terbesar bagi Perdana Menteri Narendra Modi dalam masa kedudukan ketiganya. Ribuan orang turun ke jalan pada Senin (20/7/2026) waktu setempat untuk berbanjar menuju parlemen, menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan menyusul kebocoran soal ujian nan memengaruhi lebih dari dua juta pelajar pada Mei lalu.

Kepolisian Delhi menyatakan nyaris 180 orang mengalami luka-luka akibat bentrok nan terjadi di pusat ibu kota India.

Dalam keterangannya, polisi menyebut korban terdiri dari 118 personel polisi dan abdi negara keamanan, serta 60 demonstran.

Ribuan massa dari Delhi dan beragam kota serta wilayah di sekitarnya berkumpul untuk mengikuti tindakan menuju parlemen. Aksi tersebut menjadi puncak dari aktivitas nan telah berjalan selama beberapa bulan.

Gerakan Cockroach Janta Party mendapat support luas dari kalangan muda, khususnya Generasi Z India, nan menilai pemerintah kandas menjaga integritas sistem pendidikan setelah kebocoran soal ujian nasional.

Polisi juga mengumumkan telah menahan 70 orang demonstran dan menyatakan proses norma bakal dilakukan terhadap mereka.

Dalam pernyataan nan dirilis pada Senin malam, abdi negara menegaskan bahwa langkah norma bakal ditempuh terhadap peserta tindakan nan ditangkap selama bentrokan.

Pada Selasa pagi, sekitar 150 hingga 200 orang kembali berkumpul di area Jantar Mantar, salah satu letak unjuk rasa utama di pusat New Delhi.

Di tengah gerimis ringan, para demonstran meneriakkan beragam semboyan protes. Sementara itu, pengamanan diperketat dengan kehadiran personel pasukan paramiliter nan beroperasi di sejumlah area pusat kota.

Barikade juga dipasang di sejumlah ruas jalan sehingga memperlambat arus lampau lintas.

Pendiri Cockroach Janta Party, Abhijeet Dipke, mengatakan kelompoknya memutuskan menghentikan tindakan pawai demi mencegah lebih banyak korban.

"Kami kudu menghentikan tindakan protes kemarin lantaran kami tidak mau lebih banyak anak muda terluka," kata Dipke, dilansir Reuters.

Meski demikian, dia menegaskan aktivitas protes tidak bakal berhenti.

"Kami tidak bakal berbanjar lagi lantaran polisi bakal kembali melukai anak-anak muda," ujarnya.

Dipke juga menyatakan bahwa lebih dari 150 demonstran tetap menjalani perawatan di rumah sakit akibat bentrok tersebut.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya