Co-Founder Twitter Jack Dorsey Rilis Buzz, Aplikasi Chat Kerja Berbasis AI

2 jam yang lalu 2
Co-Founder Twitter Jack Dorsey Rilis Buzz, Aplikasi Chat Kerja Berbasis AI Buzz(Buzz)

PENDIRI sekaligus mantan CEO Twitter nan sekarang memimpin Block, Jack Dorsey, resmi meluncurkan aplikasi obrolan tempat kerja terbaru berjulukan Buzz. Platform ini dihadirkan sebagai penantang langsung bagi kekuasaan platform kerjasama terkenal seperti Slack, Microsoft Teams, hingga platform developer GitHub.

Buzz mengusung konsep ruang kerja digital masa depan nan menempatkan manusia dan pemasok kecerdasan buatan (AI agents) dalam saluran obrolan nan sama secara berdampingan sebagai rekan kerja. 

Langkah ini mempertegas ambisi Dorsey untuk merevolusi kembali platform komunikasi di era kepintaran buatan, setelah sebelumnya sukses membangun Twitter (kini X) dan perusahaan pembayaran Block, perusahaan induk di kembali Square, Cash App, Afterpay, dan Tidal.

Lewat unggahannya di platform X, Dorsey menjelaskan mengenai karakter teknis dari aplikasi terbarunya tersebut dengan menulis bahwa Buzz adalah "model-agnostik, terdesentralisasi, berdaulat mandiri, dan sumber terbuka."

Kehadiran Buzz menjawab tantangan besar nan dihadapi banyak startup saat ini. Di mana kerjasama menggunakan beragam pemasok AI sering kali terpisah-pisah di banyak platform. Buzz menggabungkan beberapa alur kerja sekaligus ke dalam satu ruang kerja tunggal.

Perbedaan Buzz dibanding kompetitornya terletak pada peran pemasok AI itu sendiri. AI pada platform seperti Slack dan Microsoft Teams umumnya berfokus pada ringkasan pesan alias kegunaan pencarian, sementara Copilot beraksi lebih seperti asisten pribadi. Sebaliknya, Buzz merancang arsitektur aplikasi sejak awal agar pemasok AI dapat duduk di saluran obrolan berbareng tenaga kerja manusia sebagai personil tim tetap.

Agen AI ini mempunyai memori, pemahaman konteks, serta keahlian untuk berpartisipasi, memantau alur kerja, dan mengambil tindakan secara berdikari dalam batas parameter nan ditentukan. Sebagai gambaran, sebuah tim pemasaran bisa mempunyai saluran obrolan nan berisi staf konten, desainer, dan pemasok AI nan secara langsung memantau performa kampanye serta memberi peringatan jika terjadi kejanggalan secara real-time.

Keunggulan lain dari Buzz adalah sifatnya nan open source alias sumber terbuka. Hal ini memberikan akses penuh kepada para developer untuk mengubah kode sumber, mengkustomisasi fitur, hingga menerapkan instalasi Buzz mereka sendiri agar sesuai dengan kebutuhan alur kerja spesifik tim tanpa berjuntai pada developer pihak ketiga.

Meski menawarkan fitur futuristik, pihak Buzz sendiri mengakui bahwa platform mereka tetap berada dalam "tahap awal", sehingga belum disarankan bagi perusahaan untuk memindahkan seluruh operasional tim mereka secara terburu-buru.

Bagi tim nan mau mencoba, aplikasi desktop cuma-cuma Buzz sekarang sudah dapat diunduh untuk sistem operasi macOS, Windows, dan Linux, serta kode sumbernya telah diunggah ke platform GitHub. (TechCrunch/the tech buzz/Z-2)

Selengkapnya