loading...
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa seremoni kemerdekaan di tingkat kampung kudu dikemas melampaui panggung intermezo semata. Foto: Istimewa
KABUPATEN BANDUNG - Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa seremoni kemerdekaan di tingkat kampung kudu dikemas melampaui panggung intermezo semata. Tradisi permainan rakyat, tindakan peduli lingkungan, dan beragam perlombaan dinilai efektif menjadi sarana bagi anak-anak untuk memahami proses dan sejarah perjuangan bangsa.
Hal tersebut dikatakannya saat menyalurkan support kepada 220 RW di wilayah pemilihannya untuk mendukung aktivitas peringatan HUT Kemerdekaan RI. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memeriahkan suasana, melainkan sebagai ruang strategis menanamkan kembali jiwa nasionalisme kepada generasi muda, khususnya Generasi Alpha.
"Yang penting, pertahankan budaya-budaya kita nan dulu sehingga mereka tahu proses kemerdekaan nan dialami oleh orang tua dulu dan mereka ikut memahami," ujar Cucun saat berjumpa pengurus Karang Taruna dan RW dari wilayah Solokanjeruk, Majalaya, Paseh, Ibun, dan Ciparay, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Masyarakat Sipil Keluhkan Akses untuk Bertemu Wakil Rakyat: Harus Melewati 5 Layered Security Check
Dukungan nyata ini diberikan secara merata kepada seluruh wilayah koordinasi tersebut. Melalui support langsung, Cucun mensupport 220 RW untuk menyelenggarakan aktivitas Agustusan nan kreatif, edukatif, dan melibatkan penduduk secara aktif di tingkat akar rumput.
Ia menggarisbawahi bahwa seremoni Agustusan tidak boleh menjadi sekadar intermezo kosong tanpa isi. Sebaliknya, momentum ini kudu diisi dengan intermezo edukatif nan mencerminkan nilai nasionalisme dan heroisme.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·