Dalam 20 Hari, Karhutla Hanguskan 51,5 Hektare Lahan di Kabupaten Bangka

1 jam yang lalu 2
Dalam 20 Hari, Karhutla Hanguskan 51,5 Hektare Lahan di Kabupaten Bangka Petugas Damkar Padamkan Karhutla nan terjadi di wilayah Kabupaten Belitung Timur.(MI/Rendy Ferdiansyah)

KEBAKARAN rimba dan lahan (Karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seiring memasuki musim kemarau.

Berdasarkan info Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, selama periode 2 Juli hingga 21 Juli 2026, total luas lahan nan terbakar mencapai 51,5 hektar.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Essy Yanuar, menyatakan intensitas kejadian Karhutla pada bulan ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kondisi cuaca memasuki musim tandus ini, intensitas Karhutla di bulan Juli ini tinggi sekali," ujar Essy di Pangkalpinang, Rabu (22/7).

Ia menjelaskan kejadian kebakaran tersebar di empat kecamatan, ialah Sungailiat, Riau Silip, Merawang, dan Pemali. Luas kerusakan terbesar tercatat di Kecamatan Sungailiat dan Merawang, nan sebagian besar merupakan lahan kering di sekitar lokasi wisata pantai serta jalur strategis seperti Jalan Lintas Timur dan wilayah Matras.

"Dari 51,5 hektar luasan ini didominasi di Kecamatan Sungailiat dan Merawang, keduanya merupakan lahan-lahan kering di sekitar lokasi wisata pantai seperti jalan lintas timur dan Matras," ungkap dia.

Dalam penanganannya, rata-rata terjadi satu hingga dua kali kejadian kebakaran setiap harinya. Luas lahan nan gosong per kejadian berkisar antara 0,5 hingga 1,5 hektar, selain satu kasus di wilayah Matras, Sungailiat nan menghanguskan lahan hingga 4 hektar.

"Rata-rata sehari satu kejadian, tapi ada juga sehari itu dua kali kejadian. Rata-rata satu kejadian karhutla menghanguskan 0,5 hektar hingga 1,5 hektar. Namun ada satu kejadian nan menghanguskan lahan hingga 4 hektar di wilayah Matras, Sungailiat," terangnya.

Essy memastikan seluruh kejadian kebakaran sukses dipadamkan tim dengan sigap sehingga api tidak meluas ke area nan lebih luas.

"Tim damkar kami mobilitas sigap padamkan api sehingga tidak meluas," imbuhnya.

Penyebab utama tingginya nomor kebakaran dinilai akibat kondisi musim tandus nan membikin lahan menjadi kering dan sangat mudah terbakar. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mencegah kebakaran.

"Kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka kebun dengan langkah membakar lahan di tengah kondisi cuaca panas seperti saat ini. Selain itu kami juga menghimbau pengendara tidak membuang puntung rokok nan tetap ada bara apinya sembarangan," pesannya. (RF)

Selengkapnya