Keterangan foto: Toto Sontani, penduduk Sambongpari borong beragam merek obat nyamuk nan muncul dalam jumlah besar dan menyerang malam hari hingga kebutuhan obat nyamuk tidak terhitung dalam pembasmian(MI/Kristiadi)
MUSIM tandus panjang nan terjadi lantaran akibat El Nino menyebabkan munculnya nyamuk dengan jumlah besar. Serangan nyamuk tersebut, membikin penduduk mengalami kekhawatiran terhadap demam berdarah dengue (DBD) hingga memicu mereka memborong obat nyamuk.
Toto Sontani, 55, penduduk Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, mengatakan pada musim tandus panjang, keluarganya mengalami serangan nyamuk.
"Serangan nyamuk dalam jumlah besar ini terjadi awal bulan April dan sekarang untuk pemakaian beragam obat nyamuk kertas bakar dan obat nyamuk bakar sebagian lenyap digunakan. Kebutuhan obat nyamuk tersebut, sangat krusial antisipasi serangan nyamuk," ujar, Toto Sontani, Kamis (30/7/2026).
Menurut Toto, kebersihan lingkungan juga perihal nan paling utama bagi keluarga. Membersihkan rumah, kata dia, dilakukan berbarengan dengan pembasmian nyamuk menggunakan obat nyamuk secara berkala.
"Kami sudah beberapa merek obat nyamuk semprot nan dibeli dari beragam dengan nilai bervariatif antara Rp10 ribu hingga Rp35 ribu. Nyamuk nan dibasmi tidak langsung mati. Obat nyamuk semprot nan dibeli tidak terhitung," kata dia.
Sementara, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara mengatakan akibat El Nino membikin udara semakin panas. Itu memicu nyamuk-nyamuk berkembang biak. Serangan nyamuk dengan jumlah besar muncul. Ia menduga perihal itu kemungkinan akibat cuaca ekstrem.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya menerapkan 3M untuk melenyapkan jentik nyamuk nan diyakini efektif mencegah demam berdarah dengue (DBD).
"Kami selalu memakai obat nyamuk semprot dan mengimbau agar masyarakat selalu waspada, jangan lengah, selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga pola hidup bersih dan bersih. Karena, banyak nyamuk jumlah besar nan muncul di rumah tetap kudu dibasmi agar tidak mengigit," pungkasnya. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·