Jakarta, CNBC Indonesia - PT Danantara Investment Management (DIM) menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II. Penetapan untuk 8 mitra tersebut untuk 8 letak di 20 kabupaten/kota di Indonesia.
Sejatinya 8 mitra tersebut telah ditetapkan pada 14 Juli 2026 lalu, namun penetapan nan dilakukan lagi saat ini adalah dengan mengganti mitra dari wilayah Medan Raya. Mitra nan terpilih saat ini merupakan mitra persediaan nan naik menjadi mitra tetap.
Mitra dari Medan Raya diganti sebelumnya SUEZ IAN Insan Consortium (Suez Insan Asia) menjadi Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama).
Penyerahan ini menandai dimulainya pengembangan prasarana pengolahan sampah menjadi daya di dalam negeri.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan bahwa proses seleksi mitra ini dijalankan secara disiplin sesuai dengan sistem nan telah ditetapkan sejak awal. Dia berambisi seluruh mitra nan terpilih dapat memenuhi sasaran kesepakatan serta menerapkan standar tata kelola nan baik sepanjang penyelenggaraan proyek.
"Proses seleksi mitra nan dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai sistem nan telah ditetapkan. Kami berambisi seluruh Mitra untuk dapat memenuhi sasaran nan telah sepakati serta menerapkan standar tata kelola nan baik dalam pelaksanaannya," kata Pandu dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (22/7/2026).
Proses seleksi tahap kedua tersebut diselesaikan dalam waktu kurang dari tujuh pekan dengan melibatkan 85 peserta terverifikasi dari tujuh negara, mulai dari Indonesia, Jepang, hingga Perancis.
Menariknya, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium nan dipimpin oleh perusahaan nasional, menempatkan Indonesia sebagai pemimpin konsorsium terbanyak pada seleksi kali ini.
Seluruh Mitra Terpilih nantinya bakal memasuki tahap berikutnya menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan Feasibility Study nan ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.
Lokasi proyek PSEL ini tersebar di wilayah Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Setelah penetapan 8 mitra ini, para mitra bakal segera masuk proses persiapan, perizinan, dan serah terima lahan, hingga groundbreaking nan ditargetkan berjalan pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Seluruh proyek penerapan ini nantinya bakal dikembangkan dan dijalankan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai platform pengembangan PSEL di bawah naungan DIM.
Program nasional ini diharapkan tidak hanya mempercepat solusi krisis sampah, tetapi juga memberikan faedah ekonomi melalui peningkatan investasi dan pembuatan lapangan kerja hijau.
Apabila persyaratan tidak dipenuhi, penunjukan bakal dialihkan kepada Mitra Cadangan di letak bersangkutan, alias proses bakal dilanjutkan melalui penawaran ulang.
Berikut perincian 8 mitra terpilih proyek PSEL tahap II
- Medan Raya : Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama)
- Kabupaten Bekasi : Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
- Lampung Raya : Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
- Serang Raya : Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
- Semarang Raya : Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia)
- Surabaya Raya : Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
- Bogor Raya 2 : MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
- Yogyakarta Raya : Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC)
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·