Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau di bagian selatan untuk membentuk sebuah "pulau barat" baru dalam beberapa dasawarsa mendatang.
Rencana tersebut disampaikan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pidato Hari Nasional 2026 pada 23 Agustus. Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong menjadi beberapa pulau nan masuk dalam rencana reklamasi tersebut, melansir dari The Straits Times.
Wong mengatakan, proyek ini terinspirasi dari keberhasilan Pulau Jurong, nan dibentuk melalui reklamasi sejumlah pulau lepas pantai dan sekarang menjadi pusat industri daya serta kimia global.
"Pulau Jurong adalah hasil dari keputusan berani, perencanaan nan cermat, dan investasi berkepanjangan selama beberapa dekade," kata Wong, dikutip dari The Straits Times, Selasa (25/8/2026).
"Sekarang giliran kita untuk berpikir dengan berani, dan membangun untuk generasi mendatang," sambungnya.
Menurut Wong, Singapura kudu terus menciptakan ruang baru lantaran keterbatasan lahan. Ruang tersebut dibutuhkan untuk perumahan, pekerjaan, transportasi, hingga infrastruktur, sekaligus tetap menjaga ruang hijau, keanekaragaman hayati, serta area nan mempunyai nilai sejarah.
"Terkadang, pilihan dan kompromi nan susah kudu dibuat. Jika pembangunan diperlukan, kami mempelajari dampaknya dengan cermat, melakukan penyesuaian, dan meminimalkan gangguan," ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah Singapura mempunyai visi pembangunan jangka panjang hingga 50, 70, apalagi 100 tahun ke depan.
"Kami merencanakan 50, 70, apalagi 100 tahun ke depan. Kami merencanakan dengan mempertimbangkan setiap penduduk Singapura, baik nan sudah lahir dan nan belum lahir," kata Wong.
Dalam rencana tersebut, sejumlah pulau di selatan Pulau Jurong, termasuk Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong, bakal dikaji untuk digabungkan menjadi satu area nan lebih besar. Pulau Hantu, Pulau Jong, dan Pulau Sebarok juga disebut dapat masuk dalam area reklamasi.
"Dalam beberapa dasawarsa mendatang, kami bermaksud untuk menggabungkan beberapa pulau ini menjadi satu pulau nan lebih besar," sebut dia.
Berbeda dengan Pulau Jurong nan dikenal sebagai pusat petrokimia, pulau baru tersebut bakal disiapkan untuk kebutuhan industri dan prasarana generasi berikutnya.
"Pulau baru ini tidak hanya bakal digunakan untuk industri petrokimia. Proyek ini dapat mendukung generasi industri baru, termasuk akomodasi manufaktur canggih. Proyek ini juga dapat mengakomodasi prasarana pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan," kata Wong.
Pulau baru itu juga bakal menyediakan ruang bagi kebutuhan pertahanan. Saat ini, Pulau Sudong mempunyai landasan udara nan digunakan Angkatan Bersenjata Singapura dalam kondisi darurat.
Pemerintah juga berencana membangun jalur penghubung baru antara Pulau Jurong dan pulau barat tersebut.
Wong menegaskan seluruh rencana tetap dalam tahap kajian. Namun, dia memandang proyek ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi perekonomian Singapura dalam beberapa dasawarsa mendatang.
Sama seperti Pulau Jurong nan turut membentuk perekonomian Singapura selama 50 tahun terakhir, pulau barat baru tersebut diharapkan dapat membantu membentuk Singapura untuk 50 tahun ke depan dan seterusnya.
(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]

59 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·