Data Center AI di Luar Angkasa Disorot, Ilmuwan Peringatkan Risiko Lingkungan

19 jam yang lalu 5
Data Center AI di Luar Angkasa Disorot, Ilmuwan Peringatkan Risiko Lingkungan Ilustrasi(Magnific)

RENCANA pembangunan pusat info (data center) di orbit Bumi untuk mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI), menuai sorotan dari para intelektual dan organisasi lingkungan. 

Mereka memperingatkan proyek tersebut berpotensi merusak atmosfer, mengganggu lapisan ozon, hingga meningkatkan polusi sinar andaikan dijalankan tanpa kajian lingkungan nan memadai.

Kekhawatiran itu muncul setelah sejumlah perusahaan antariksa, termasuk SpaceX dan Blue Origin, mengembangkan konsep orbital info center, ialah pusat info nan ditempatkan di luar angkasa dan ditenagai daya surya. 

Konsep ini dinilai bisa mengurangi konsumsi listrik dan kebutuhan pendinginan info center di Bumi, tetapi di sisi lain memunculkan akibat baru bagi lingkungan. 

Peluncuran Satelit Dinilai Berpotensi Mencemari Atmosfer

Sejumlah organisasi, seperti Earthjustice, DarkSky International, Environment America, dan Public Employees for Environmental Responsibility (PEER), telah mengusulkan petisi kepada Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat. 

Mereka meminta regulator menghentikan sementara pemberian izin proyek info center orbit hingga dilakukan penilaian akibat lingkungan secara menyeluruh. 

Menurut para peneliti, peluncuran roket dan proses masuk kembali (re-entry) satelit ke atmosfer dapat menghasilkan partikel seperti jelaga hitam (black carbon), aluminium oksida, serta logam lainnya. 

Material tersebut dikhawatirkan menumpuk di stratosfer dan mengganggu lapisan ozon, meningkatkan paparan radiasi ultraviolet, hingga memengaruhi keseimbangan suasana dalam jangka panjang. 

Ancaman bagi Langit Malam dan Astronomi

Selain akibat terhadap atmosfer, para intelektual juga menyoroti akibat terhadap pengamatan astronomi. Jika proyek info center orbit berkembang menjadi konstelasi satelit dalam jumlah sangat besar, pantulan sinar dari satelit dapat memperburuk polusi sinar dan mengganggu observasi menggunakan teleskop di Bumi. 

Para pengkritik menilai akibat tersebut belum dijelaskan secara memadai dalam proposal nan diajukan perusahaan, padahal jumlah satelit nan dibutuhkan untuk mendukung pusat info AI di orbit diperkirakan sangat besar. 

Mereka juga mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas peluncuran roket bakal menambah emisi ke atmosfer dan memperbesar akibat puing antariksa. 

Ilmuwan Minta Pengawasan Lebih Ketat

Meski teknologi info center di luar angkasa dinilai mempunyai potensi untuk mengurangi beban daya di Bumi, para intelektual menegaskan faedah tersebut kudu diimbangi dengan kajian ilmiah nan komprehensif. Mereka mendesak FCC agar tidak memberikan izin baru sebelum seluruh akibat terhadap atmosfer, lapisan ozon, serta lingkungan antariksa dipahami dengan lebih baik.

Menurut mereka, pengembangan teknologi antariksa tidak boleh mengabaikan akibat lingkungan nan dapat memengaruhi Bumi dalam jangka panjang. (The Guardian/Z-2)

Selengkapnya