De La Fuente: Keributan usai Final Piala Dunia Tak Bisa Diterima

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente menyebut keributan nan terjadi usai laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 tak bisa diterima.

Keributan terjadi usai final Piala Dunia 2026 antara pemain-pemain Spanyol dan Argentina. De La Fuente tak memandang keributan itu lantaran dia mengaku ada di sisi lain.

"Pada momen itu terjadi, saya tidak menyadari perihal nan sebenarnya sedang terjadi."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sedang merayakan kemenangan. Itu betul-betul berjalan sangat cepat. Saya tidak melihatnya lantaran saya sedang berpelukan dan merayakan kemenangan di area lain," ucap De La Fuente pada TVE, dikutip dari La Nacion.

De La Fuente kemudian menekankan bahwa keributan seperti itu diak bisa diterima.

Dalam perihal apapun, itu jelas tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima, dan tentu saja tidak diperbolehkan," kata de la Fuente.

Keributan bermulai ketika Rodri nan tengah berlari merayakan kemenangan dipukul oleh Nahuel Molina. Setelah itu Rodri menghampiri Molina dan situasi makin memanas.

Leandro Paredes mencekik Eric Garcia dan kemudian Gavi juga terlibat keributan. Ofisial Argentina juga sempat ikut terlibat dalam perkelahian. Situasi terus memanas sampai akhirnya bisa diredam.

Spanyol sukses jadi juara Piala Dunia 2026 usai menang 1-0 atas Argentina. Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres di menit ke-106.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya